Si Unyil Lagi Boring...nge-BLOG!!!

Fanisa's posts with tag: review

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
ReviewReviewReviewReviewReviewRockBand 1&2-Guitar Hero: World TourNov 26, '08 12:55 PM
for everyone
Category:Video Games
Genre: Family
Console:Xbox 360
Sekarang konsol video game sedang dimeriahkan oleh satu (atau) dua jenis periferal konsol yang digemari berbagai kalangan dan usia, yaitu simulasi gitar. Berawal dari game Guitar Hero yang sukses besar beberapa tahun yang lalu, kini hadir dengan peralatan Band Set yang dihadirkan dua game yang bersaing, Rock Band dan Guitar Hero.

Awalnya saya lebih sering main di PS2 teman saya, namun saking ketagihannya akhirnya saya beli Guitar Hero III untuk PC dan MAC (keduanya bisa dipakai di dua platform). Dengan harga $59.99 video game bisa dibeli termasuk dengan gitarnya, dan sekarang juga di rilis versi Aerosmith dan World Tour. Permainannya juga asik dan lagu yang disajikan untuk dimainkan juga nggak kalah kerennya, dan game ini cocok untuk penggemar musik rock era 1980-1990an.

Selesai dengan GH III, saya semakin dibuat penasaran dengan Rock Band yang menyajikan Band Set seperti gitar yang juga bisa dimainkan sebagai bass, drum set, dan microphone untuk vokal, akhirnya saya beli juga RB Band Set untuk platform Xbox 360. Nyatanya meskipun mahal (seharga $130 untuk RockBand, dan $188 untuk RockBand2) game ini luar biasa kerennya, dan saya semakin dibuat bahagia ketika saya tahu kalau gitar untuk PC saya juga jalan di Xbox 360 dan akhirnya saya dan teman-teman saya bisa main berempat sekaligus! Satu pemain gitar, satu bass, drum, dan penyanyi.

Saya rasa tidak ada masalah untuk drum dan microphone, tapi perbandingan gitar untuk RockBand dan Guitar Hero jelas terasa beda. Saya merasa gitar buatan GH lebih ringan, nyaman, namun strummernya terlalu berisik saat memetik gitar. Dan gitar RB lebih berat, lebih besar, namun strummernya lebih lembut tetapi tombol kuncinya yang terlalu 'aneh' membuat saya bingung saat menekan tombol. Tapi saran saya gunakan gitar GH untuk bermain gitar dan RB untuk bass karena kesan fungsinyalebih enak begitu...

Rasanya GH maupun RB memang cocok untuk dimainkan bersama teman atau keluarga, bagi saya sudah terbukti karena baik saya maupun teman-teman saya berhasil menikmatinya.


ReviewReviewReviewSergio Mendes-EncantoAug 14, '08 10:31 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Latin Music
Artist:Sergio Mendes
Barusan beli album Latin-Jazz dari si Om Sergio Mendes yang terkenal banget sama lagu Mas Que Nada itu...di album yang satu ini sentuhannya baru banget, dan di album Encanto ini Mendes berkolaborasi dengan anggota Black Eyed Peas (BEP) Will.i.am dan Fergie (terima kasih untuk BEP, yang sebelumnya telah merusak lagu Mas Que Nada dengan versi mereka).

Jujur albumnya bisa dibilang "enak sih, tapi nggak istimewa banget gitu..."(bahasanya kayak tanggung banget gitu ya...), tapi lagu-lagunya yang catchy dengan nada-nada yang setidaknya riang dan bisa bikin kita goyang kepala dan kaki saat mengendarai mobil di saat Jakarta lagi macet-macetnya. Istimewanya datang dari Sergio Mendes yang mempertahankan trademark musiknya yang bernuansa jazz dan paduan musik latin yang asik didengar, sayang keterlibatan BEP di sini agak menggangu meskipun Fergie cocok menyanyikan 'The Look of Love'. Beberapa lagu yang dimunculkan juga versi daur ulang lagu lama milik penyanyi favoritku Astrud Gilberto macem 'O Morro Nao Tem Vez' yang dinyanyiin sama Natalie Cole, 'Dreamer' dan 'Agua De Beber' yang dirusak Will.i.am, kenapa dirusak? Ya...bawaan Astrud Gilberto lebih asik aja kali ya karena lebih kalem, denger Will.i.am bawain lagu ini jadi aneh didengernya.

karena untuk ukuran CD versi Indonesia orisinal harganya lebih murah, 55.000 rupiah, jadi beli lokal ketimbang import. Ya lumayanlah untuk tambah koleksi lagu-lagu yang agak sedikit 'unusual' untuk kalangan banyak...


ReviewReviewReviewReviewReviewBatman: The Dark KnightJul 31, '08 1:16 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
The Dark Knight (2008)
Produksi: Warner Bros. , Legendary Pictures, DC & Syncopy.
Sutradara: Christopher Nolan
Penulis: Christopher Nolan & Jonathan Nolan, berdasarkan karakter dan komik 'Batman' keluaran DC Comics
Cast: Christian Bale, Heath Ledger, Maggie Gyllenhaal, Michael Caine, Aaron Eckhart, Morgan Freeman, Gary Oldman, Eric Roberts & Anthony Michael Hall.

Maaf kalau saya baru me-review film ini sekarang karena alasan khusus seperti internet di rumah saya yang kebetulan sedang mandeg. Sebenarnya saya sudah menonton film ini dua kali, pertama saat filmnya baru keluar di bioskop lokal, dan kedua dengan ibu saya yang ingin ditemani nonton di XXI Premiere (mumpung dibayarin, jadi ikut deh!).

Seperti apa yang diharapkan sekian banyak orang yang menunggu film ini hasilnya memang luar biasa, penuh dengan twist dan penggarapan cerita plus karakter yang mendalam. Christopher Nolan berhasil membuat film action superhero ini terkesan jauh lebih 'manusiawi' jika dibandingkan dengan film superhero lainnya baik dari segi sinematografi, stunt, special effects dan yang jarang kita lihat di film bertema macam ini, yaitu akting.

Film ini merupakan sekuel dari proyek reboot (mengulang proyek dari titik nol) film sebelumnya, Batman Begins. Bruce Wayne alias Batman (Bale), meneruskan aksinya sebagai sang manusia kelelawar di kota Gotham dan terus memerangi kejahatan sambil menjalani kehidupan gandanya dengan dua identitas. Rupanya pemerintah kota dan beberapa penduduk kurang senang dengan aksi sang jagoan karena kerap beraksi main hakim sendiri, sehingga sosok Batman seringkali ditiru oleh kepolisian dan menjadi incaran pemerintah setempat, meskipun Batman bekerjasama dengan Commissioner Gordon (Oldman) dari kepolisisan Gotham. Meskipun begitu Gotham mulai memiliki sosok jagoan lain yang lebih 'nyata' dalam membasmi kejahatan yaitu jaksa wilayah Harvey Dent (diperankan sangat baik oleh Aaron Eckhart), yang juga mengencani teman Wayne, Rachel Dawes (Maggie Gyllenhaal, menggantikan Katie Holmes).

Rupanya kejahatan semakin menjadi-jadi di kota Gotham dengan munculnya kriminal psikopat bernama Joker (Heath Ledger, yang saya yakinkan akan masuk nominasi Oscar). Joker, kriminal penggemar kesadisan ini mulai mengacau di Gotham sambil bekerja sama dengan bos mafia Salvatore Maroni (Eric Roberts, kakak aktris Julia Roberts yang bermain bagus di sini). Masalahnya, meskipun Joker hanya kriminal yang terlihat biasa tanpa senjata luar biasa, namun Joker luar biasa licik dan berniat sesuka hati. Akankah Batman berhasil mengalahkan Joker dan menyelesaikan masalah besar di kota Gotham hasil keonaran Joker? Tanpa atau dengan memakan korban sebelum segalanya terlambat?

Jika boleh saya bilang dalam mengkritik film ini saya memberi empat jempol (dua tangan, dua kaki) untuk jajaran pemainnya dengan akting yang luar biasa berkembang dan teratur dalam mencuri perhatian. Bale memang pantas merasa tiap 'scene'nya dicuri oleh Ledger dengan keseriusannya berperan sebagai psikopat macam Joker, dan saya berani mengatakan kalau peran Joker versi Ledger jauh lebih baik ketimbang versi Jack Nicholson dan Cesar Romero di film-film sebelumnya. Peran Gary Oldman sebagai James Gordon lebih berkembang dengan baik di film ini, sedangkan Caine sebagai sang Butler Alfred Pennyworth serasa membuang masa dengan aktor sekaliber dirinya (saya rasa tanpa Caine pun peran Alfred bisa tetap jalan). Aaron Eckhart juga patut diacungi jempol karena berhasil memerankan karakter yang berseberangan, pada awalnya saya sempat pesimis akan terpilihnya dia. Gyllenhaal terkesan baik dalam 'memperbaiki' karakter Rachel Dawes yang sebelumnya diperankan secara kurang mengesankan oleh Katie Holmes, yang sebelumnya memerankan karakter Dawes kurang matang dan tanpa ekspresi. Morgan Freeman juga berakting ciamik sebagai Lucius Fox, sang inventor gadget dan kostum Batman plus benda-benda berteknologi lainnya yang membuatnya terkesan seperti almarhum Desmond Llyewelyn sebagai Q dalam film James Bond, bedanya Fox lebih elegan ketimbang Q yang terkesan lebih seperti sosok ayah yang suka nasihat. tapi yang lebih membuat saya terkejut adalah munculnya dua aktor pendukung seperti Eric Roberts dan Anthony Michael Hall sebagai peran pendukung, keduanya memerankan karakter masing-masing dengan sangat baik. Roberts masih terlihat ganteng di film ini, dan ini mungkin merupakan peran terbaiknya sejauh ini dalam karir Roberts, plus Hall yang tampil bagus sebagai pembawa berita meskipun porsinya tidak begitu besar.

Sekali lagi salut juga pada para filmmakernya di balik pembuatan film ini baik para produser, special effects crew, make-up artists dan sang sutradara dan penulis skenario Nolan bersaudara. Film ini menjadi jauh lebih manusiawi dan lebih wajar dalam mengangkat kehidupan dan karakteristik kejiwaan manusia meskipun filmna bertema superhero...dan lebih mengingatkan dan memberi gambaran pada penonton bahwa semua manusia tidaklah sempurna dengan kelebihannya, bahkan seseorang yang luar biasa bisa memiliki kelemahan, serta tidak selamanya kekuatan besa bisa bertahan dalam kebenaran.


ReviewReviewReviewReviewLullabyJul 11, '08 1:56 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Mystery & Thrillers
Author:Chuck Palahniuk
Calr Streator adalah seorang reporter yang sedang meliputi kasus Sindrom Balita Mati Mendadak untuk sebuah koran berita di tempatnya bekerja. Setelah beberapa kasus yang ia liput, ia sadar akan keganjilan kasus yang terjadi pada anak-anak meninggal tersebut memiliki kesamaan kasus saat mereka wafat, yaitu dengan pantun yang sama dan dibacakan pada para bocah kecil tersebut sebelum tidur. Pantun yang dibacakan tersebut merupakan sebuah mantra kuno dari Afrika yang biasa digunakan untuk upacara suci. Saat Streator terus menyelidiki ia bertemu dengan seorang wanita yang secara tidak sengaja membunuh putranya dengan pantun yang sama, dan Streator sendiri juga mengalami hal yang sama dimana ia membunuh istri dan anaknya sendiri secara tidak sengaja dengan pantun yang sama. Bersama dengan wanita tersebut, Streator berpacu dengan waktu untuk mencari dan memusnahkan buku yang berisi pantun terkutuk itu dan berusaha untuk tidak membunuh setiap orang yang ingin menghalangi rencananya sebelum segalanya terlambat.

Novel karya Chuck Palahniuk ini penuh dengan kejutan, seperti karya fenomenal sebelumnya yaitu Fight Club, yang juga sudah di rilis filmnya dengan dibintangi aktor Brad Pitt dan Edward Norton. Mulai dari setiap kata dari halaman ke halaman lainnya yang cukup bisa membuat pembaca penasaran dan mengikat mata hati pembacanya, Palahniuk juga cukup berbakat memilih kata-kata yang tepat untuk ditulisnya dan seperti karya sebelumnya...penuh twist yang cukup mengejutkan di akhir cerita.

Palahniuk juga memiliki contoh yang baik dalam penulisan di setiap bab-nya, yaitu bagaimana ia bisa membuat awal cerita yang meloncat menjadi kunci di bagian bab terakhir ceritanya, dimana cara ini selalu menjadi kunci di setiap karya novelnya.


ReviewReviewReviewReviewReviewBig love (TV Series)Jun 26, '08 3:17 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Menceritakan tentang keluarga Henrickson dan sang kepala keluarga, Bill Henrickson, yang beristri tiga dan tinggal di Sandy, Utah. Keluarga ini pada kemasan luarnya terkesan biasa namun memiliki rahasia terdalam yang tidak diketahui lingkungan sekitarnya yaitu bahwa Bill adalah penganut agama Mormon dan seorang poligamis beristri tiga yang tinggal seatap! Akankah keluarga Bill bertahan dengan keakraban keluarga besar mereka yang tidak biasa?

Setelah diputar di HBO, Season 1 & 2 cukup menghibur dengan ceritanya yang menarik. Mungkin poligami untuk orang Indonesia tidak biasa namun dengan segala kreativitasnya berhasil menggambarkan cerita keluarga poligamis yang harmonis lengkap dengan seluk-beluk dan konfik yang ada seperti istri cemburu, masalah pubertas sang putra sulung Benny, pergaulan dalam menutupi rahasia keluarga serta bagaimana mengurus rumah tangga meskipun keluarga tersebut adalah keluarga poligami Meskipun menceritakan poligami film ini bisa membuat kompak rasa kekeluargaan (kalau Bill bisa menyatukan ketiga istri dan tujuh anaknya biar kompak masa yang punya istri satu nggak bisa?!).

Season 3 akan diputar 2009...


ReviewReviewReviewReviewThe Incredible HulkJun 26, '08 10:35 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Sutradara: Louis Leterrier.
Penulis Skenario:Zak Penn, adaptasi dari komik 'Hulk' Marvel Comics.
Pemain: Edward Norton, Liv Tyler, Tim Roth dan William Hurt.

Sebenarnya sudah nonton dari kemarin-kemarin, cuma baru posting review sekarang karena saking malasnya buat buka internet. Rupanya jauh dari perkiraan sebelum rilis yang sudah berpikir pesimis sama film ini, hasilnya di luar jangkauan. Cerita yang jauh lebih kuat daripada pendahulunya dan Hulk yang jauh lebih sangar daripada versi Eric Bana/Ang Lee berhasil membuat mata dan pikiran pesimis terikat ke layar bioskop dari awal sampai akhir, dan seperti biasa Edward Norton performanya tidak pernah mengecewakan (menurut saya lho!) plus Tom Roth yang tampil ciamik sebagai sang villain Emil Blonsky, sayang penampilan Liv Tyler terkesan kurang matang dan berkembang, sama saja seperti saat jaman film Armageddon serta akting aktor sekelas William Hurt terkesan sia-sia di film ini.

Ceritanya bisa disebut kejadian beberapa tahun sesudah film sebelumnya, Bruce Banner (Edward Norton) mengasingkan diri ke Brazil sambil menyelidiki cara menyembuhkan penyakit ganas monster hijaunya. Secara tidak sengaja keberadaan Banner diketahui oleh pihak militer Amerika yang dipimpin oleh General Thaddeus 'Thunderbolt' Ross (Hurt) yang langsung mengutuskan Emil Blonsky (Tim Roth), seorang tentara bayaran untuk menangkap Banner karena Ross memiliki niat terselubung dengan kekuatan yang dimiliki Banner. Tanpa diketahui Ross, Blonsky juga memiliki niat lain karena terobsesi dengan kekuatan yang dimiliki Banner a.k.a. Hulk.

Secara garis besar film ini memuaskan sebagai film hiburan musim panas dan berhasil menduduki chart Box Office nomor 1 di Amerika Serikat (minggu ini jatuh ke nomor dua, dikalahkan oleh Get Smart). Cerita yang digarap jauh lebih dinamis daripada pendahulunya, dan spesial efek yang luar biasa mendukung berhasil membuat Hulk terkesan jauh lebih nyata dan sangar, plus akhirnya gaya penyutradaraan sang sutradara Louis Leterrier (The Transporters, Danny The Dog) yang jauh lebih berkembang dan sangat blast memadukan ciri khasnya untuk film action. Dan jangan lupa untuk jeli melihat adegan terakhirnya dengan cameo yang mengejutkan!


ReviewRantai BumiJun 4, '08 10:51 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Other
Produksi: Dukun Gendeng Production (bis ga tau apa nama rumah produksinya).
Produser: Ki Kusumo.
Dukun: Ki Kusumo.
Sutradara: Purnomo Chakil.
Penulis: Nggak tau...mungkin Ki Kusumo dengan jin maupun tuyul-tuyul piaraannya...
Pemain: Ki Kusumo as Himself, Kiki Amalia, Toro Margens, DDDL (Dan Dukun Dukun Lainnya).

"Film yang buruk!," mungkin adalah kata yang paling pantas diucapkan untuk menggambarkan segala keburukan film ini. Film ini terkesan dibuat seperti pada jaman 80an...film aksi supranatural (yang sebenarnya lebih cocok diputar di TV) yang dibalut cewek bomseks yang kalau dulu mungkin macam Eva Arnaz atau Yurike, generasi sekarang lebih mengenal Kiki Amalia sebagai pengikut jejak tante Eva...bedanya tanpa bulu ketek.

Saya saja sudah malas untuk nonton...namun terpaksa karena dipinjamkan teman, katanya lumayan untuk mengendurkan urat syaraf. Tapi membuat sedikit premise seperti yang sebelumnya saya lakukan saja sudah malas...ya terpaksa hanya 'nyongkel' dari SuaraMerdeka.com, berikut kutipannya:
"Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti (Kebenaran dan keadilan akhirnya mengalahkan kebatilan)." Adhi Kusumo (Ki Kusumo) mengucapkan bait pemungkas Kidung Suwargaloka itu dan sejenak kemudian memperoleh Mustika Rantai Bumi.

Dengan jimat sakti itulah dia menghancurkan musuh besarnya, Ki Guntur Sewu (Marcellino) dan Ki Lodaya Sakti (Brata Santosa). Itulah akhir keteruraian permasalahan dalam film Rantai Bumi yang disutradarai Purnomo A Chakil.

Hitam-putih. Ya, kejahatan pasti dikalahkan kebaikan. Para tokoh antagonis, seperti Hans (Toro Margens), Ki Guntur Sewu, dan Ki Lodaya Sakti serta para antek mereka tak berdaya ketika Mustika Rantai Bumi dalam genggaman Adhi Kusumo.

Bah! Rupanya film ini memang buruk setengah mati! Lihat saja dari sinopsisnya...tapi apa kata teman saya tidak salah, dengan segala ke'culun'an dan ke'bodoh'an sang pembuat film yang meramalkan filmnya akan sukses sebelum peredaran ini (yang sudah bisa ditebak, ramalannya gagal) film ini memang sukses mengendurkan urat syaraf saya...Ki Kusumo sang produser, paranormal dan pemain utama berhasil membuat saya tertawa dengan adegan aksinya macam berlari vertikal di dinding, invisible bahkan solat di atas air kolam renang...ada-ada saja...


Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Produced by: Frank Marshall, Denis L. Stewart, George Lucas, Kathleen Kennedy.
Directed by: Steven Spielberg.
Written by: David Koepp. Based of characters and story created by: George Lucas and Jeff Nathanson.
Cast: Harrison Ford, Cate Blanchett, Karen Allen, Shia Labeouf, Ray Winstone, Jim Broadbent.

Sorry telat review...padahal dah nonton dari minggu lalu. Indiana Jones is back! Setelah 19 tahun absen dari film ketiganya, Indiana Jones and The Last Crusade. Dr. Jones sekarang sudah renta, ditinggal mati bapaknya sekian lama (bapaknya diperanin Sean Connery, di sini cuma ditampilkan foto) dan Jones masih aktif di lapangan sebagai arkeolog sejati.

Film ini masih dibintangi Harrison Ford (of course!) yang tidak mau membohongi usianya yang sudah renta, dan aktingnya sangatlah natural disini...tidak memaksakan menjadi muda. Setelah sekian lama absen film ini kembali dengan special effect CGI yang jauh lebih bagus ketimbang pendahulunya, karena kemajuan tekhnologi tentunya!

Nama dan kerjasama Spielberg-Lucas sebagai duo sutradara-produser memang sudah ampuh untuk menjadi jaminan sukses film ini, ditambah dengan pemeran pendukung kelas Oscar macam Cate Blanchett dan aktor muda Shia Labeouf sebagai daya tarik untuk penonton yang lebih muda pasca Trasformers, tentunya. Dan film yang cocok untuk disaksikan bersama keluarga ini merupakan film selingan yang bagus untuk menghabiskan waktu liburan sekolah, jadi duduk tenang dan janganlah anggap Indy serius! Karena Indy hanyalah hiburan semata, jadi nikmati saja aksi nostalgia Indy di sini!!!


ReviewReviewReviewReviewIron ManMay 3, '08 11:19 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Cast: Robert Downey Jr, Gwyneth Paltrow, Jeff Bridges, Terrence Howard.
Sutradara: Jon Favreau.
Scriptwriter: Mark Fergus, Hawk Ostby, Art Marcum & Matt Holloway, adaptasi dari komik Iron Man keluaran Marvel Comics.


Setelah sekian lama menungggu film ini keluar dan dibuat penasaran dengan trailernya akhirnya terjawab sudah melalui tangan sang sutradara Jon Favreau, yang notabene awalnya lebih dikenal sebagai aktor-pelawak, bahkan sang sutradara juga ikut main peran kecil sebagai bodyguard-asisten Tony Stark di sini...

Tony Stark (Robert Downey Jr) adalah seorang jenius dan pebisnis di bidang senjata yang membuat dia kaya raya dari penjualan senjata buatannya kepada pemerintah, dan dengan mahakaryanya yang baru yaitu 'Jericho' senjata pemusnah massal. Setelah melakukan demonstrasi Jericho di Afghanistan Stark diculik dan ditahan oleh teroris Afghanistan yang (biasa nih...) meminta tebusan dan memaksa dia untuk membuat senjata pemusnah seperti Jericho sebagai tebusan agar ia bebas. Diam-diam saat ditahan Stark bukanlah menciptakan senjata pemusnah namun sebuah kostum baja raksasa agar ia bisa membebaskan diri, dan dari kostum cikal-bakal ini yang masih jelek banget adilah dia Iron Man!!!

Awalnya pas berita film ini akan di produksi sempet nggak yakin dengan pemilihan Robert Downey Jr sebagai Tony Stark, namun pilihan yang jatuh ke tangannya itu nggak salah dan berhasil menghidupkan peran ini dan sang sutradara sendiri, Jon Favreau, berhasil banget untuk menghidupkan adaptasi komik superhero dengan full action yang menjanjikan. Overall film ini sebagai perkenalan cukup memuaskan dan special effectnya oke lah...untuk dijadikan sekuel kalau sukses.

Karena maraknya film adaptasi komik hasilnya tentu bergantung ama kualitas filmnya juga...seperti sebelumnya trilogi X-Men yang sukses dengan dua film awal arahan Bryan Singer yang kepingin melankolis banyak bicara (dengan action tentunya) serta film ketiganya dengan Brett Ratner yang totally non-stop full action. Fantastic Four dan sekuelnya yang makin menarik dengan munculnya Silver Surfer (karena yang pertama sumpah nggak ada yang 'wah!'). Batman Begins sebagai proyek reboot yang menarik dengan ciri khas Nolan, action plus noir. Hulk yang bikin mengantuk....gara-gara Ang Lee (tapi saya memaafkannya setelah film Brokeback Mountain yang bagus). Spider-Man trilogy yang 'cukup' dengan arti kata seru tapi selalu aja endingnya nggak 'sreg'...

Kita tinggal menunggu The Incredible Hulk dan Batman: The Dark Knight sebagai pesaing film-film bertemakan comic book superhero tahun ini.


ReviewReviewReviewReviewReviewFrightFest:Nightmare in a BoxApr 13, '08 8:56 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Horror
DVD kumpulan film horror jadul yang pantes dikoleksi untuk movie-freak dimanapun! Meskipun ada orang yang bilang murahan atau kritikus bilang 'campy', kumpulan film black and white di DVD ini nggak akan bisa ditolak oleh siapapun apalagi dengan harganya nya tergolong murah dan packaging yang bagus dan tahan lama.

Di dalamnya berisi 5 DVD dan masing-masing DVD berisi 2 judul film, jadi total ada 10 film horror klasik dan cukup fenomenal macam Horror Hotel, The Last Man on Earth, Dementia 13, The Terror, The Cabinet of Dr. Caligari, House on Haunted Hill, Night of the Living Dead (wajib untuk penggemar maestro horror zombie George A. Romero), Nightmare Castle, Dr. Jekyll and Mr. Hyde serta Nosferatu.

Dilengkapi bonus features di tiap DVD seperti trivia, biographies, bloopers, news reels dan movie posters dijamin movie-freak dimanjakan akan koleksi yang satu ini...cocok untuk menghabiskan liburan atau nonton bareng pacar...atau sendirian malam sebelum tidur kalau berani! heheheh.... Dengan harga yang 'cukup' terjangkau dalam dollar seharga $19.99 (dan kemaren gw waktu beli dapet diskon 10%) para kolektor bisa beli saat berlibur ke Amrik atau nitip teman atau kerabat yang ada di sana, karena sayang banget box-set yang satu ini kalau dilewatkan.


ReviewReviewReviewReviewReviewOrang-orang BloomingtonMar 20, '08 10:34 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Budi Darma
Gw baca buku ini waktu kelas Bahasa Indonesia di sekolah gw, sebagai bagian kurikulum dalam Bahasa Indonesia A1 literatur (dimana gw yang mengambil Hi-level alias HL harus membaca 15 buku). Setelah membaca Salju Kilimanjaro karya Ernest Hemingway dan Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam, yang dimana keduanya tuh bagus tapi butuh waktu lama untuk 'mendalami' ceritanya.

Awalnya kesan gw sebelum membaca buku kumpulan cerpen yang satu ini adalah sama 'boring'nya dengan kedua bacaan yang baru aja gw sebutkan tadi, tapi yang satu ini benar-benar beda...seakan-akan ada magnet yang bisa menarik gw untuk terus membaca buku ini sampai habis tanpa pengorbanan 'titik darah penghabisan', tanpa memaksakan sama sekali.

Kekuatan bercerita Budi Darma memang terletak pada sudut pandang karakternya, yang bisa membuat kita terus mengikuti cerita dan selalu ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh si tokoh utama dan apa yang bakalan terjadi di akhir cerita...LUAR BIASA!!! Susah untuk me-review yang satu ini karena memang kehabisan kata-kata.

Sebegitu hebatnya Budi Darma buat gw...sampai nama beliau gw masukkan ke buku journal gw di list'Orang-orang Yang Paling Ingin Ditemui' sejajar dengan Chuck Palahniuk (author novel Fight Club & Survivor), JK Rowling, Sean Connery bahkan Steven Spielberg!!! Dan Budi Darma meyakinkan gw kalau sebenarnya masih banyak maestro sastra yang harus gw kagumi hasil karyanya, selain Pramoedya Ananta Toer.


ReviewReviewReviewReviewMonty Python's Flying CircusMar 8, '08 1:16 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy
Mungkin di Indonesia grup yang satu ini nggak terlalu populer, tapi grup komedi asal Inggris yang populer di dekade 1960an dan 1970an ini melahirkan beberapa film yang cukup populer buat para moviegoers yang suka sama film komedi 'nyeleneh', ngaco, absurd nggak jelas kayak Monty Python...film-film mereka adalah Monty Python's And Now For Something Completely Different (1971), Monty Python and The Holy Grail (my fave, 1975), Monty Python's Life of Brian (1979) dan Monty Python's The Meaning Of Life (1983). Bayangkan aja, di satu sketch bisa ada sebuah dunia yang isinya Superman semua, tapi klo sepeda Superman rusak trus Superman nggak bisa betulin jagoannya siapa? Bicycle Repairman! Alias tukang betulin sepeda...lha klo si Superman apa dong???

Grup yang beranggotakan John Cleese, Terry Gilliam, Graham Chapman, Terry Jones, Eric Idle dan Michael Palin ini berdiri pada tahun 1969 melalui show Monty Python's Flying Circus yang disiarkan di BBC tahun itu juga. Pada awalnya reaksi audience dan rating di episode-episode awal biasa aja, tapi karena keunikan TV show ini dengan sketch cerita yang 'random' dan selalu menampilkan karakter-karakter di situasi yang 'aneh' dan salah (alias nggak cocok, situasi-tempat-dan-orang yang salah) show ini berhasil menarik penonton di Inggris sana, bahkan guru English gw di EF dulu pernah bilang klo di Indonesia ada Warkop Inggris punya Monty Python.

Dan setelah sekian lama nggak berkarya (mereka 'officialy' terakhir tampil di tahun 1982), A&E Entertainment me-rilis DVD remastered full episode awal hingga akhir seri Monty Python's Flying Circus 16-ton Megaset yang berisi DVD 16 keping (dua diantaranya bonus CD). Waktu itu gw nitip ke nyokap DVD ini pas nyokap ke S'pore dan (*dasar anak nggak tau diri*) harganya berkisar $130...tapi meskipun mahal DVD boxset ini berharga banget kok untuk dijadikan koleksi.

Warning: Sedikit bermasalah buat yang nggak terbiasa dengan jokes-jokes orang Inggris yang secara perbandingan beda jauh ama orang Amerika yang lebih sering kita cerna...ya buat yang lebih suka nonton Lucille Ball gw rasa lebih menarik Lucille ketimbang Monty's... Tapi DVD ini collectable dan bagus kok ; )


Category:Books
Genre: Arts & Photography
Author:Finlay Cowan
Sebenernya ada banyak alasan kenapa gw masukin buku ini ke bagian review, tapi karena banyak banget jadi gw masukin sebagian aja...

Buku ini bagus banget buat yang ingin belajar gambar baik menggambar komik, membuat karakterisasi gambar, landscape bahkan buat yang lagi belajar film seperti membuat storyboard. Meskipun buku ini nggak terlalu tebal untuk mencakup sebanyak itu tapi cukup komplit untuk mengajar kita menggambar kayak ahli step-by-step sampai kita benar-benar bisa menggambar sesuai dengan yang kita inginkan, bahkan di buku ini dicantumkan beberapa gambar yang persis seperti Middle Earth di storyboard Lord of The Rings.

Namun, buku ini lebih fokus dalam cara menggambarkan karakter serta postur dan bagaimana mimik wajah karakter tersebut, serta cara menggambar karakter kita jika bergerak (postur badan dan sudut pandan yang berbeda). Meskipun lebih fokus pada karakter buku ini nggak mengecewakan sama sekali karena sudah cukup mencakup apa yang dibutuhkan pembelinya, bahkan saya menyarankan buku ini dibeli kalaupun mahal daripada membeli cara mengambar step-by-step yang lain (buku cara menggambar yang berseri misalnya) karena semua sudah mencakup jadi satu dan buku ini juga menyarankan alat-alat apa saja yang mendukung secara profesional.

Buat diluar sana yang ingin belajar gambar belilah buku ini, nggak akan kecewa deh! Plus buat ortu diluar sana klo ngasih anaknya hadiah ini pasti seneng banget tuh anaknya...(tapi hanya 15 tahun keatas, ada grafis-grafis yang nggak pantes soalnya...)


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help