Fanisa's posts with tag: other
What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Duh, lama nggak posting...apalagi buka!  ...maafkan aku semua, soalnya maklum klo kuliah sibuk banget! Amit-amit dah!!!
Daku sekarang kebetulan lagi nganggur, tapi nganggur sementara soalnya sebenernya lagi ngerjain essay yang numpuk gila! Males emang, dan masih ngurus ini-itu macem State ID, rekening bank yang ngaco, tagihan HP yang terlalu tinggi, nyari mobil (yang bikin males karena kalau beli males ngurusnya), nabung, lamaran kerja, dan urusan transfer.
Di sini sekarang dingin soalnya sudah mau menuju musim salju...well, nggak secepet itu sih tapi dinginnya amit-amit! Tadi pagi aja ada salju padahal masih musim gugur, tapi nggak apalah selama ditemani wedang ronde dengan kuah jahe dan daun pandan! *LOL*
Postingan yang lain menyusul...

|  | HoHoHo!!! Seroja Band! Posternya kocak banget ini band dangdut, nggak modal! Liat aja kursinya...
|
Tadi pas betulin tags di MP tersayang ini gw cek di bagian video ada sesuatu yang ganjil, ada yang liat nggak di halaman video masing-masing??? Kayak gini nih tulisannya, pas di bawah kotak video:
Dan isinya bisa dilihat di link ini. Isinya menulis kalau jika kita nggak upgrade dan download program seharga $19.95 ini video akan hilang, termasuk video yang kita update sendiri. Jadi yang gw masukin sia-sia dong! Rese juga nih MP, mana programnya mahal dan cuma bertahan setahun lagi! Ada yang tau nggak kenapa sih? Tapi sebagian video sih enggak...
Buat para anggota MP yang membaca tulisan ini saya mengharapkan anda untuk datang ke halaman MP seseorang bernama adyjelek di:
Khususnya untuk para kaum Muslim saya rasa akan mengerti maksud saya setelah melihat halaman MP si adyjelek ini...saya tidak bermaksud memihak satu pihak macam agama saya ini, Islam. Tapi bagi para pemeluk agama manapun jika agamanya dihina seperti itu juga pastinya merasa tidak senang bukan?
Tidak usah menulis aneh-aneh di shoutbox-nya...cukup membuat report abuse yang tertera di bagian kanan layar (yang tertera di bawah foto si pemilik).
Demikian untuk para MPers yang mendukung report abuse bersama ini saya ucapkan terima kasih.
Dari Bukanlahanakajaib,
Fanisa Fiandra Amandhia
Apakah anda semua ada yang tahu biodata lengkap atau sekilas riwayat lawyer ternama kita Warsito Sanyoto? Yang tinggal di Pondok Indah dengan Indian-Indiannya??
Yang saya butuhkan untuk artikel selanjutnya tentang beliau adalah sekilas riwayat atau biodata beliau dan setidaknya satu foto wajah beliau untuk artikel selanjutnya di MP ini...kalau foto rumahnya saya sudah punya...yang akan saya lakukan dengan beliau untuk MP ini adalah...RAHASIA!!! Bagi pemilik foto pria yang dijuluki 'James Bond'nya Indonesia ini tolong PM saya ke MP ini, atau e-mail ke fanesskeyen@gmail.com
Please tolong tolong tolong!!! Bagi yang punya fotonya untuk memberi info ke saya ya...
*formal sekali bahasanya*
 Nggak serius sih tapi kayaknya seru banget gitu, punya TV show macem Ghost Hunters terus berkelana mencari tempat-tempat angker misalnya...yang dihuni makhuk alam lain. Emang yah orang Indonesia tuh percaya sama yang namanya takhayul, tapi meskipun kadang gw nggak percaya tetep aja pengen tahu, pasti kan seru tuh kayak team Ghost Hunters yang bisa nggak nyangka menemukan 'penampakan' di tempat-tempat tertentu...
Gw emang nggak percaya ama yang namanya setan tapi kalo makhluk halus dari dunia lain memang ada, tapi Allah membuat manusia lebih sempurna daripada makhluk lain. Para anggota team TAPS juga gitu...dalam keadaan tertentu mereka belum tentu percaya apa yang mereka dapet itu penampakan atau bukan, yang jelas mereka sering banget nyebut di tiap episode kalau penampakan yang muncul di kaca atau jendela dan kain maupun air (yang biasanya muncul penampakan sejenis wajah) itu nggak ada. Kalau acara Dunia Lain di kita pake ritual dukun dan "kamera yang disiram dengan air kembang yang sudah diritualkan" (rusak donks...) TAPS menggunakan Thermal Camera (yang menangkap suhu di dalam ruangan), Handycam dan Voice recorder serta ilmu-ilmu yang lebih mendekati fisika, jadi masuk akal juga...
Ya, kalau gw di Amrik jadi pengangguran (halah...) gw pengen deh melamarkan diri untuk kerja bareng team TAPS di Ghost Hunters, atau kalau mau terkenal bikin Ghost Hunters versi Indonesia??? Atau me request team Ghost Hunters International untuk datang ke Indonesia, khususnya sekolah gw yang angker itu...
 Setelah teman-teman gw di sekolah sibuk membicarakan iklan yang satu ini, akhirnya gw beminat untuk menyalakan TV dan mengganti-ganti channel TV di saat jam sinetron. Klo kata orang rumah tumben gw memasang channel lokal soalnya klo gw nggak nonton TV kabel paling nonton beberapa acara TV favorit macam Extravaganza, Prime Time, OB (Office Boy), Suami-Suami Takut Istri (yang lumayan booming, menggantikan Bajaj Bajuri).
Penasaran setelah si Ega dan Thomas cekikikan berdua terus di sekolah...awalnya gw berpikir diantara mereka itu ada yang udah nggak 'beres'...ooh itu toh rupanya, iklan RONCAR. Datanglah anak-anak yang lain kayak Yodi dan Marvin yang juga membicarakan iklan 'katro' ini, soalnya tampang-tampang bintang iklannya sumpah jadul banget, udah itu ini iklan emang produksi kelas dua yang sudah terlihat kualitasnya...iklan murah. Tapi iklan ini saking fenomenalnya sampai jadi pembicaraan khalayak ramai (formal sekali bahasanya...) karena saking 'katro'nya itu...KLo kata tmene-temen dan ipar gw iklannya kayak iklan jaman channel TV cuma TVRI dulu, jadul banget. Bahkan di sekolah ada salah satu guru bercanda kalau iklan yang satu ini saking hebohnya jadi bahan pembicaraan orang sampai gosip pencekalan goyang Dewi Perssik dan hadiah kondom dibalik album dangdut Julia Perez kalah total, bahkan isu gosip Kristina juga kalah.
Saking kepingin tahunya soal seberapa heboh ini iklan akhirnya coba deh iseng-iseng search di Google Indo...buset! Banyak banget!!! Khususnya gw melihat salah satu blog buatan mas Anangku (yang orangnya gw nggak kenal sama sekali, so thanks to mas Anang) dan mengambil foto di atas dari blognya...seharian puas banget itu ketawa...ngaak tau kenapa... : )
Ya kalau mau lihat videonya bisa dilihat di YouTube atau di MP gw ini, sorry kualitas kurang bagus...minjem dari orang.
Lagipula siapa yang nggak cape ama yang namanya sinetron (atau shitnetron, sebutan buatan gw), masang aja gw nggak niat...ogah malah. Yang bikin bete kenapa orang-orang Indonesia yang menjadi audience film Indonesia selalu men-stereotype kan sinetron dengan film? Hal ini baru aja kejadian belum lama ini...
Kemarin gw nonton The Tarix Jabrix ada ibu-ibu di sebelah gw, pas sebelum filmnya mulai suaminya nelpon dan nanya, "Mama di mana?"...dan si istri menjawab "lagi nonton sinetron pah di bioskop!"...
Waktu gw bikin film pendek gw Secangkir Derita, Oom gw yang (katanya..., soalnya kerabat jauh tapi orangnya sombong gitu deh) intelek itu ngomong ke gw "ini nih keponakan kebanggaan Oom, kemarin Fanisa bikin sinetron!" di depan sepupu-sepupu gw...Ya ampun Oom! SHITNETRON ama film beda gitu lho!!!
Pas nonton AAC di bioskop ada cewek-cewek dengan baju seragam yang ribut banget soal Fedi Nuril (yang gw yakin mereka udah nonton lebih dari sekali) ngomong "Fedi Nuril tuh cakep banget ya pas main sinetron di bioskop...
Tampaknya sinetron sudah menjadi konsumsi sehari-hari untuk orang Indonesia, dan jujur gw bukan penggemar sinetron. Sejauh ini sinetron favorit gw itu cuma Arisan! The Series, sinetron buatan Oom Dedi Mizwar sama Dunia Tanpa Koma (DTK), itupun DTK cuma ngikutin episode-episode awal doang...soalnya ceritanya makin ngalor-ngidul...makanya setiap tante gw pada cuap-cuap soal Intan, Tersanjung, Cinta Fitri atau Cinta Laura (judul sinetron bukan ya...) gw nggak pernah nyambung...dan gw adalah orang yang selalu mengecap kalau sinetron itu memiliki rumus macam ini:
SINETRON=JELEK
atau
SINETRON+AUDIENCE INDONESIA=MEMBODOHI MASYARAKAT
silahkan kalau mau memprotes atau membela, toh pendapat gw nggak akan berubah selama produser sinetron kita itu India bermarga Punjab, Soraya atau Shanker (bukan bermaksud rasis) atau yang bukan India seperti Leo Sutanto yang berdarah Tiong Hoa, meskipun Oom Leo masih dimaafkan karena masih bisa menciptakan dan mau mendanai beberapa film berkualitas di bawah SinemArt...atau produser asli lokal yang menciptakan sinetron manusia setengah ular namun bisa nyanyi dangdut di Indosiar. Orang-orang tadi adalah tipe produser yang mementingkan untung bukan kualitas, moral masyarakat anjlok yang penting untung dan menggunakan penulis yang percaya kalau "Rakyat Indonesia itu kan goblok, jiplak aja dari Meteor Garden"...
Setiap menyalakan TV selalu aja pasti ada stereotype ibu tiri galak yang sasakan rambutnya tinggi, melotot, marah-marah mulu, uban di tiap sudut kepala, make-up tebel plus narasi kata hatinya dengan di zoom nggak jelas, atau si karakter lumpuh pas nyebrang dan ketabrak mobil, anak ketuker di rumah sakit, punya kembaran beda ibu, si kaya naksir si miskin atau apalah itu namanya...
Yang bikin gw sedih adalah dua keponakan gw (anak-anak sepupu gw) yang cewek ini masih kecil-kecil, tapi pinter banget. Pas si adek bilang "itu fitnah!" kakaknya langsung gampar keras banget, gw panik dan langsung nanya kenapa gampar adek? "Kan lagi main sinetron.."...duh coba bayangin aja anak umur 2 dan 4 tahun main sinetron...
Masalahnya...apakah semua ini akan dibiarkan begini? keuntungan hiburan nomor satu dan moraliras nomor dua? Sepert kata Manoj Punjabi "Toh kalau reaksi masyarakat biasa saja, berarti nggak ada masalah kan?.." Sebenernya kita sebagai warga Indonesia harusnya protes lebih keras lagi demi melindungi generasi mendatang...
Kenapa ya multiply nggak sepopuler Myspace, Friendster ato Facebook??? Bis temen-temen di sekolah semuanya ikut trend aja sich...klo dulu baru aja ada Friendster ikut semua...tapi klo MP dikit banget, apalagi anak Global dikit di sini...
Lagi sendirian gini di rumah boring deh...maaf klo ini postingan nggak berguna karena asli sumpah nggak di sekolah ato rumah boring abiessss!!! Di skul anak-anak seangkatan gw lebih dari 75% lagi pada field trip ke Pulau Pramuka, sedangkan gw di sini masuk sekolah muridnya di kelas cuma dua orang (hahahahah!!!!)...kasian banget nggak sih, apalagi pas tadi History guru gw Arthur kayak boring males ngajar jadinya ya udah kita di suruh main-main laptop gitu...internetan deh...(kasian buat yang di pulau Pramuka, nggak ada sinyal penuh apalagi internet).
Barusan aja gara-gara bosen sendirian di rumah akhirnya gw ke PIM2 buat ngabisin waktu sambil fitness, dan hebohnya pas treadmill gw diapit dua Ronnie...alias Ronnie Siantury di belakang gw dan Ronnie Dozer di depan, gila badannya gede banget! Masa baru aja treadmill 15 menit langsung capek...mana dia nutupin TV di depan gw lagi...
Duh boring...nonton udah...ngerjain PR udah...sms-an sm nyokap di Aussie udah(dia lagi nganter kakak gw wisuda)...fitness udah...makan udah...baca buku, bukunya udah selesai...ngapain lagi nih ya..............................................
Nggak kerasa setelah rasanya baru aja kemarin gw anak putih abu-abu alias SMU (meskipun seragam SMU sekolah gw bukan putih abu-abu), akhirnya waktu kuliah sebentar lagi datang juga...
Lho kok kuliah mbak? Bukannya masih year 11 alias 2 SMU?? Yep, loncat setingkat lebih awal tampaknya langkah yang bijaksana mengingat tahun depan usia 17 tahun sebenarnya sudah cukup untuk masuk universitas meskipun harus loncat satu tahun lebih awal, gw akan mulai kuliah sekitar akhir September tahun ini. Gw akan menuntut ilmu di Seattle, Amerika Serikat yang nun jauh di sana...dan inilah yang nyokap gw bilang tindakan yang cukup berat buat dia mengingat gw (yang menurut dia) masih terlalu muda...padahal maksudnya gw anak yang paling kecil aja dia maunya gw kuliah di Aussie...
Niat ini sebenarnya udah direncanakan sejak baru year 11, tapi mulai 100% terencana setelah gw pulang campus trip dari Amrik ama sekolah gw, demi mengejar cita-cita sebagai filmmaker dan ada college yang memiliki program 'High School Completion' di daerah Seattle, jadi gw bisa menyelesaikan SMU dan menjalankan tahun pertama kuliah secara bersamaan. Nama collegenya itu Green River Community College, terletak dipinggiran kota Seattle, Auburn. Yang gw suka dari college ini adalah tempatnya yang jauh dari hiruk pikuk kebisingan kota metropolitan sehingga cocok buat belajar, nanti disana gw akan tinggal dengan house parent atau home stay dengan orang tua asuh.
Karena college hanya dilakukan 2 tahun pertama kuliah, tujuan gw kesana sebenernya mengejar salah satu universitas dambaan gw...Univesity of Southern California atau USC, karena USC termasuk universitas yang bagus dan terkenal untuk jurusan filmnya, atau Tisch School of Arts. Sisannya gw juga kalau bisa pengen masuk Academy Of Art University atau Art Institute yang keduanya ada di San Francisco. Ya, kalau masuk college yang penting mengejar kredit sampai cukup bagus supaya bisa diterima universitas top Amrik maupun dunia.
Judul diatas bukan berarti pergi selama-lamanya, karena toh nyampe sana multiply tetap bisa dibuka kok, hehehe.... ; )
Ya, teman-teman doakan saja semoga daku berhasil disana....amien...
SBY marah ada pejabatnya tidur, wajarlah dia marah...
Lagian kalau nonton Q Chanel di Indovision atau SwaraTV juga banyak kok disorot pejabat tidur saat rapat... Import.flv (3.7 MB)
Balik dari Amrik berarti balik ke sekolah lagi nih! Gw punya cerita menarik dan serem banget dari sekolah. Ceritanya sih baru kejadian minggu ini hari Selasa, bertepatan di Sekolah Global Jaya dan kejadian ini menimpa guru Bahasa Indonesia gw pak Ade dan membawa-bawa nama gw segala...
Jadi karena Selasa kemaren asma gw kambuh jadinya gw absen nggak masuk sekolah, sehari sebelumnya gw janjian sama pak Ade untuk ketemuan sama dia pulang sekolah di kantornya, karena ada beberapa pelajaran yang gw nggak ngerti jadi gw mau nanya sama dia dan dia setujunya ketemu hari Selasa selesai sekolah.
Nah, hari Selasa ini nih si pak Ade entah gimana bilang kalo di ketemu gw di ruangan dia hari Selasa pas jam istirahat, katanya gw cuma ketemu dia dan memastikan kalau dia nggak lupa untuk janjian ketemu pulang sekolah. Dia bilang gw sih cuma ngetok pintu trus masuk bentar ke ruangan dia dan bilang, "Pak, jangan lupa yah pak entar pulang sekolah saya mau ketemu bapak..." dan dijawab "YA!" sama dia...di ruangan itu dia bilang ada saksi beberapa guru, diantaranya Pak Andreas guru bahasa Inggris gw.
Pelajaran Pak Ade di kelas gw ada pas pelajaran terakhir, mulai mengajarlah dia. Setelah memberi pengarahan ke murid-muridnya baru nyadar dan ingat dia sama salah satu muridnya Fanisa Fiandra Amandhia alias gw yang punya janji sama dia, tapi di kelas itu gw nggak ada... Bertanyalah dia:
Pak Ade: "Lho, kalian liat si Fanisa nggak? Kan dia ada janji sama saya mau ketemu saya pulang sekolah, katanya ada yang nggak ngerti gitu... Kok dia nggak ada di kelas sekarang??" Salah satu anak bilang: "Lho pak, Fanisa kan hari ini nggak masuk sekolah pak, dia absen kayaknya sakit deh..."
Pak Ade: " Lho orang tadi dia ke ruangan saya janjian mau ketemu, pulang cepet dia? Tadi dia janjian sama saya lho.."
Anak yang lain: "Orang dari tadi pagi dia nggak dateng gitu pak..."
Pak Ade: "Trus kalo begitu yang tadi ke ruangan saya tuh siapa dong????"
Anak-anak yang lain: "HAAAAAAAAHHHHHHH????!!!!!!!!"
Nah lho...satu kelas langung pada panik dah. Gw baru tahu kejadian ini besoknya hari Rabu, pas gw baru aja dateng si Fanya ama Kanya pas papasan sama gw langsung nunjuk-nunjuk dan nanya apa gw masuk sekolah atau enggak kemarin? Yang jelas jawabannya enggak gitu loh! Gw punya saksi kok klo gw terus-terusan di rumah, yang ada ke sekolah malah nyokap gw karena ada talk show di sekolah sama orang tua murid lainnya. Mereka langsung cerita tuh soal kembaran gw yang tak dikenal menemui pak Ade, dan gw langsung memastikan mereka berdua kalau gw 100% nggak menginjakkan kaki di sekolah pada hari Selasa itu, panik aja tuh anak berdua...
Akhirnya pas pelajaran bahasa Indonesia, gw masuk ke kelas dan mulailah satu kelas nunjuk jari ke gw. Sekali lagi Pak Ade bertanya ke gw, "Fanisa, kamu ke ruangan saya kan kemarin hari Selasa? Pas istirahat kamu kan ke ruangan saya janjian buat ketemu after school kemarin." jawaban gw cuma: "Enggak tuh pak, saya nggak masuk kemarin"...satu kelas langsung geger...pasalnya, di ruangan itu nggak cuma Pak Ade tapi ada guru-guru lain yang menjadi saksi dan meyakinkan kalau itu gw dan mereka yakin banget itu gw, "Orang tampangnya aja kamu!" kata salahh satu guru meyakinkan.
Kejadian ini sih bukan yang pertama kali terjadi di sekolah gw, menurut rumor yang beredar tanah yang dihuni SGJ alias Sekolah Global Jaya itu dulunya adalah kuburan Cina, tapi karena kepentingan para developer Jaya Group tanah pemakaman yang luas itu digusur untuk dibangun sekolah dan kompleks perumahan Kebayoran Heights yang elit (kompleks ini bersebelahan dengan sekolah gw). Mungkin penggusuran itu tanpa ritual khusus (yang gw nggak percaya sama sekali, karena gw nggak pernah percaya sama yang namanya dukun atau orang pintar) atau berdo'a meminta izin Yang Maha Kuasa untuk memindahkan jenazah dengan layak karena pemakaman tersebut adalah peristirahatan terakhir bagi yang tinggal di sana. Sebelumnya salah satu guru SGJ juga pernah mengalami hal serupa di sekolah...
Ibu Mariani (namanya itu, kalau nggak salah) lagi mendekorasi gedung gym untuk Christmas Celebration jam 6 sore di sekolah, kebetulan Ibu Mariani kekurangan gunting. Karena dulu gedung Humanities Faculty masih ada di lantai dua gym, kesanalah dia untuk meminjam gunting kalau ada. Pas masuk di ruangan itu ada Ibu Jude guru humanities, dia katanya lagi bersibuk ria dengan laptopnya dan Ibu Jude bilang ke Ibu Mariani kalau dia belum pulang karena masih koreksi pekerjaan anak-anaknya. Dengan berbaik hati dan berbasa-basi dulu alias ngobrol, di-pinjamkan-lah Ibu Mariani gunting satu keranjang oleh Ibu Jude yang ramah sekali, katanya hari itu Ibu Jude menggunakan baju Cina warna hijau tua. Setelah selesa mendekorasi, Ibu Mariani mengembalikan gunting sekitar jam 7-8 (jamnya nggak tau pasti), pas ngembaliin Ibu Jude udah nggak ada di ruangannya, berarti dia sudah pulang...
Esok paginya, Ibu Mariani papasan dengan Ibu Jude dan bilang terima kasih karena sudah meminjamkan gunting dan mengklarifikasi kalau guntingnya sudah 'dikembalikan' ke kantornya Bu Jude. Ibu Jude dengan bingungnya bertanya kapan Ibu Mariani pinjam gunting ke dia?...Ibu Mariani jawab, "kemarin jam 6 sampai jam 7, kan Ibu Jude sendiri yang ngasih gunting kemarin, Ibu lagi koreksi pekerjaan murid-murid kan bu?"...Ibu Jude menjawab, "Saya kan sudah pulang ke rumah jam 4 sore bu...pas anak-anak jam pulang sekolah juga...". Nah, Ibu Mariani dengan paniknya bilang kalau dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau di ruangan itu bener-bener Ibu Jude dengan baju Cina warna hijau, Ibu Jude balik keras kalau dia bilang dia kemarin nggak pake baju warna hijau apalagi punya baju Cina warna itu. Lho, jadi yang di ruangan itu siapa dong??? Masa ada setan bule di sekolah keluyuran jam maghrib pake baju cina ijo...
Ya selama ada 'jin' yang nggak mengganggu sih nggak masalah, tapi gw sampai sekarang masih merinding soal kasus kembaran gw yang nggak dikenal itu...
Guys, berhubung gw lagi di Amrik sama skul jadi nggak bisa update mulu nih... Jadi sorry ya ke semuanya soalnya susah banget buat update dari Seattle meskipun ada internet tapi gw cuma bisa buka via PSP soalnya nggak bawa laptop. Nanti klo udh pulang minggu gw post deh kabar-kabar mengenai Amrik dan kemana aja plus ngapain aja gw di Amrik OK...
 Semua dah pasti tau dong ama sosok yang satu ini...CINTA LAURA KIEHL (atau Cincha Lawra). Dengan aksennya yang fenomenal banget, pemain sinetron blasteran Jerman-Indonesia ini terkenal dengan logat Indonesianya yang dibuat-buat (gw nggak tau masalah yang satu ini soal logat ato aksennya aksi apa palsu...sepupu gw sih yang asli bule bilang iya).
Sekedar tambahan buat yang belum tau nih (kasihan kalian yang belum tau siapa itu Cinta Laura) Cinta adalah pesinetron yang ngetop lewat sinetron Cinderella di SCTV (yang theme song ama sinetronnya nggak nyambung itu lho...). Orang tua Cinta adalah Michael Kiehl yang asli Jerman dan ibunya yang Indonesia asli bernama Herdiana, sekarang Cinta yang lahir pada tahun 1993 ini (lebih muda daripada gw 2 tahun, sayang tampangnya tuwir alias tua) bersekolah di JIS alias Jakarta International School dimana dia bisa dapet aksen kayak sekarang ini, soalnya nggak mungkin banget orang yang tinggal di Indonesia 8 tahun (apalagi emaknya asli sini) masih nggak fasih bahasa Indonesia...jangan sampe dia cuma bisa logatnya aja yang sok bule, klo entar jatohnya kayak Sarah Azhari yang "Who Do You Think He ARE?" gw pasti ketawa ngakak deh!!!
Saking ngetopnya nih mengenai aksen si Cincha Lawra (bacanya pake logat bule) ada orang yang niat banget bikin lagu dari quote-nya " udah ujan,becek,gak ada ojek…." plus video yang sekarang udah merebak dan masuk youtube, sekarang videonya bisa dilhiat di blog gw ini, ato link-nya http://youtube.com/watch?v=aO2LWOnTo2Y. Bahkan gw udah download RingTone Cinta Laura yang 'bhee cheek'...
Lebih serunya lagi setelah gw iseng-iseng buka Wikipedia dan search nama dia, ada dua link yang sumpah menarik banget dan sayang dilewatkan buat fans Cinta Laura, yaitu:
Link yang pertama itu halaman Wiki buat Cinta, yang kedua lebih kocak lagi nih...TRANSLATOR BAHASA INDONESIA KE BAHASA CINTA LAURA!!! (Ya Allah!!! Tolooong!!!). Gw translate nih sebagian tulisan gw di sini ke bahasa Cinta Laura (bacanya harus pake logat bule): "sekedhar chambahan buach yang yet chau nih (kachihan kalian yang yet chau who ichu chincha lawra) chincha is pechinechron yang ngechop lewach chinechron cindhelella dhi sctv (yang cheme song ama chinechronnya no nyambung ichu lho...). person chua chincha is michhael kiehl yang genuine germany and ibunya yang indonesia genuine belnama heldhiana, chekarang chincha yang lahir padha chahun 1993 ini (lebih myudha dharipadha i 2 chahun, chayang champangnya chuwir aliach chua) belchekolah dhi jis aliach jakarcha inchelnachional schhool dhimana dhia bicha dhapech akchen kayak chekarang ini, choalnya no myungkin very person yang chinggal dhi indonesia 8 chahun (apalagi emaknya genuine chini) machih no fhachih bahacha indhonechia...jangan champe dhia chuma bicha logachnya aja yang chok bule, klo enchar jachohnya kayak sarah azhari yang "who do you think he are?" i pachchi kechawa ngakak dheh!!! "
Gw sih sebenernya nggak bermasalah sama orang yang kawin sama bule ato orang luar yang akhirnya mereka ato anak-anak mereka bicaranya jadi berubah, karena Oom gw yang tinggal di Bogor istrinya orang Amrik (tante gw yang bule ini jadi guru di salah satu sekolah internasional di Jakarta) dan anak-anaknya pun ras bule alias putih semua, tapi mereka meskipun bisa dan bangga dengan bahasa Inggrisnya pun bangga berbahasa Indonesia pula, malahan klo ngomong Indo ada aksen 'Sunda'nya sedikit.
Tapi yang gw permasalahkan apakah memaksakan diri dengan aksen 'bule' yang terlalu neken (ditekankan) banget itu membuat kita terlihat berstatus sangat 'TINGGI'? Atau karena bahasa Indonesia itu sudah terdengar sangat kampungan dan merendahkan status sekali di negara sendiri?, seperti yang dipraktekan oleh para socialite kita yang nama-namanya selalu nangkring di majalah Indonesian Tatler, The Prestige atau Dewi...Gw sebenernya sedih banget klo ada sesuatu yang menyangkut masalah ini karena seberapapun rendahnya bangsa kita di mata internasional, kita masih kaya akan budaya yang patut dibanggakan meskipun gw saat menulis catatan ini pake bahasa singkat-singkat. Gw bangga kok jadi orang Indonesia dengan bahasa Indonesia yang menjadi pemersatu bangsa (plus bahasa Sunda dan Padang, yang berasal dari nyokap dan bokap gw) meskipun di sekolah gw Sekolah Global Jaya yang bahasa pengantarnya itu bahasa Inggris beserta para expat-nya yang ajaib, gw tetap akan bangga dengan bahasa Indonesia sampai kapanpun! Nggak mau kayak Cinta Laura...
Duh, entar tahun depan gw pindahan ke Amrik bakal kangen Indonesia nih... I LOVE INDONESIA!!!
*Sorry posting yang satu ini di tengah menuju akhir rada-rada nggak nyambung...* hehehehehe....
| |