Balik dari Amrik berarti balik ke sekolah lagi nih! Gw punya cerita menarik dan serem banget dari sekolah. Ceritanya sih baru kejadian minggu ini hari Selasa, bertepatan di Sekolah Global Jaya dan kejadian ini menimpa guru Bahasa Indonesia gw pak Ade dan membawa-bawa nama gw segala...
Jadi karena Selasa kemaren asma gw kambuh jadinya gw absen nggak masuk sekolah, sehari sebelumnya gw janjian sama pak Ade untuk ketemuan sama dia pulang sekolah di kantornya, karena ada beberapa pelajaran yang gw nggak ngerti jadi gw mau nanya sama dia dan dia setujunya ketemu hari Selasa selesai sekolah.
Nah, hari Selasa ini nih si pak Ade entah gimana bilang kalo di ketemu gw di ruangan dia hari Selasa pas jam istirahat, katanya gw cuma ketemu dia dan memastikan kalau dia nggak lupa untuk janjian ketemu pulang sekolah. Dia bilang gw sih cuma ngetok pintu trus masuk bentar ke ruangan dia dan bilang, "Pak, jangan lupa yah pak entar pulang sekolah saya mau ketemu bapak..." dan dijawab "YA!" sama dia...di ruangan itu dia bilang ada saksi beberapa guru, diantaranya Pak Andreas guru bahasa Inggris gw.
Pelajaran Pak Ade di kelas gw ada pas pelajaran terakhir, mulai mengajarlah dia. Setelah memberi pengarahan ke murid-muridnya baru nyadar dan ingat dia sama salah satu muridnya Fanisa Fiandra Amandhia alias gw yang punya janji sama dia, tapi di kelas itu gw nggak ada... Bertanyalah dia:
Pak Ade: "Lho, kalian liat si Fanisa nggak? Kan dia ada janji sama saya mau ketemu saya pulang sekolah, katanya ada yang nggak ngerti gitu... Kok dia nggak ada di kelas sekarang??"
Salah satu anak bilang: "Lho pak, Fanisa kan hari ini nggak masuk sekolah pak, dia absen kayaknya sakit deh..."
Pak Ade: " Lho orang tadi dia ke ruangan saya janjian mau ketemu, pulang cepet dia? Tadi dia janjian sama saya lho.."
Anak yang lain: "Orang dari tadi pagi dia nggak dateng gitu pak..."
Pak Ade: "Trus kalo begitu yang tadi ke ruangan saya tuh siapa dong????"
Anak-anak yang lain: "HAAAAAAAAHHHHHHH????!!!!!!!!"
Nah lho...satu kelas langung pada panik dah. Gw baru tahu kejadian ini besoknya hari Rabu, pas gw baru aja dateng si Fanya ama Kanya pas papasan sama gw langsung nunjuk-nunjuk dan nanya apa gw masuk sekolah atau enggak kemarin? Yang jelas jawabannya enggak gitu loh! Gw punya saksi kok klo gw terus-terusan di rumah, yang ada ke sekolah malah nyokap gw karena ada talk show di sekolah sama orang tua murid lainnya. Mereka langsung cerita tuh soal kembaran gw yang tak dikenal menemui pak Ade, dan gw langsung memastikan mereka berdua kalau gw 100% nggak menginjakkan kaki di sekolah pada hari Selasa itu, panik aja tuh anak berdua...
Akhirnya pas pelajaran bahasa Indonesia, gw masuk ke kelas dan mulailah satu kelas nunjuk jari ke gw. Sekali lagi Pak Ade bertanya ke gw, "Fanisa, kamu ke ruangan saya kan kemarin hari Selasa? Pas istirahat kamu kan ke ruangan saya janjian buat ketemu after school kemarin." jawaban gw cuma: "Enggak tuh pak, saya nggak masuk kemarin"...satu kelas langsung geger...pasalnya, di ruangan itu nggak cuma Pak Ade tapi ada guru-guru lain yang menjadi saksi dan meyakinkan kalau itu gw dan mereka yakin banget itu gw, "Orang tampangnya aja kamu!" kata salahh satu guru meyakinkan.
Kejadian ini sih bukan yang pertama kali terjadi di sekolah gw, menurut rumor yang beredar tanah yang dihuni SGJ alias Sekolah Global Jaya itu dulunya adalah kuburan Cina, tapi karena kepentingan para developer Jaya Group tanah pemakaman yang luas itu digusur untuk dibangun sekolah dan kompleks perumahan Kebayoran Heights yang elit (kompleks ini bersebelahan dengan sekolah gw). Mungkin penggusuran itu tanpa ritual khusus (yang gw nggak percaya sama sekali, karena gw nggak pernah percaya sama yang namanya dukun atau orang pintar) atau berdo'a meminta izin Yang Maha Kuasa untuk memindahkan jenazah dengan layak karena pemakaman tersebut adalah peristirahatan terakhir bagi yang tinggal di sana. Sebelumnya salah satu guru SGJ juga pernah mengalami hal serupa di sekolah...
Ibu Mariani (namanya itu, kalau nggak salah) lagi mendekorasi gedung gym untuk Christmas Celebration jam 6 sore di sekolah, kebetulan Ibu Mariani kekurangan gunting. Karena dulu gedung Humanities Faculty masih ada di lantai dua gym, kesanalah dia untuk meminjam gunting kalau ada. Pas masuk di ruangan itu ada Ibu Jude guru humanities, dia katanya lagi bersibuk ria dengan laptopnya dan Ibu Jude bilang ke Ibu Mariani kalau dia belum pulang karena masih koreksi pekerjaan anak-anaknya. Dengan berbaik hati dan berbasa-basi dulu alias ngobrol, di-pinjamkan-lah Ibu Mariani gunting satu keranjang oleh Ibu Jude yang ramah sekali, katanya hari itu Ibu Jude menggunakan baju Cina warna hijau tua. Setelah selesa mendekorasi, Ibu Mariani mengembalikan gunting sekitar jam 7-8 (jamnya nggak tau pasti), pas ngembaliin Ibu Jude udah nggak ada di ruangannya, berarti dia sudah pulang...
Esok paginya, Ibu Mariani papasan dengan Ibu Jude dan bilang terima kasih karena sudah meminjamkan gunting dan mengklarifikasi kalau guntingnya sudah 'dikembalikan' ke kantornya Bu Jude. Ibu Jude dengan bingungnya bertanya kapan Ibu Mariani pinjam gunting ke dia?...Ibu Mariani jawab, "kemarin jam 6 sampai jam 7, kan Ibu Jude sendiri yang ngasih gunting kemarin, Ibu lagi koreksi pekerjaan murid-murid kan bu?"...Ibu Jude menjawab, "Saya kan sudah pulang ke rumah jam 4 sore bu...pas anak-anak jam pulang sekolah juga...". Nah, Ibu Mariani dengan paniknya bilang kalau dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau di ruangan itu bener-bener Ibu Jude dengan baju Cina warna hijau, Ibu Jude balik keras kalau dia bilang dia kemarin nggak pake baju warna hijau apalagi punya baju Cina warna itu. Lho, jadi yang di ruangan itu siapa dong??? Masa ada setan bule di sekolah keluyuran jam maghrib pake baju cina ijo...
Ya selama ada 'jin' yang nggak mengganggu sih nggak masalah, tapi gw sampai sekarang masih merinding soal kasus kembaran gw yang nggak dikenal itu...