Si Unyil Lagi Boring...nge-BLOG!!!

Fanisa's posts with tag: film

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Artikel ini saya tulis berdasarkan pengamatan saya sebagai pengamat film yang masih junior, karena pengamatan saya ini sangat beralasan dimana saya berada di posisi seorang penonton yang membayar karcis, menonton film dan memberi pendapat akan film itu sendiri, sama seperti orang lain yang melakukan ritual menonton film sebagai kegiatan favorit mereka. Di Hollywood ada salah satu faktor kesuksesan film yang sangat erat dikaitkan dengan faktor kekuatan sang bintang, atau bisa kita sebut sebagai star factor. Faktor yang satu ini melibatkan sang aktor yang membintangi film dan berpengaruh pada kesuksesan film itu sendiri, biasanya faktor ini berdasarkan dari talenta dan penampilan, bahkan tak jarang bisa berpengaruh dari kelakuan mereka sehari-hari. Namun, apakah star factor masih menjadi faktor yang paling diincar para produser peraup uang maupun para fans yang ingin melihat idolanya di layar bioskop atau layar kaca?
Seorang bintang film besar atau dalam profesi formalnya disebut aktor (pengartian 'aktor' termasuk sama dengan aktris, bisa digabungkan) dengan segala talenta yang mereka miliki, baik luar biasa maupun tidak begitu hebat, sangat mempengaruhi jalan kariernya di dunia hiburan. Meskipun memiliki talenta yang baik perilaku mereka di dunia nyata juga bisa mempengaruhi jalan dalam berkarier, entah apakah itu jalan yang ada semakin dipermudah jika berkelakuan baik atau karier yang mandeg jika berlaku buruk. Jika dunia entertainment masih seperti tahun 1930-1950an dimana segala sesuatu yang berkonotasi negatif seperti perselingkuhan, alkohol, drugs dan orientasi seks masih menjadi hal yang tabu untuk diperbincangkan oleh media massa saat itu lain halnya dengan sekarang, dimana paparazzi dan gossip columnist bertebaran dimana-mana. Sedikit langkah salah dilakukan oleh sang celeb bisa berpengaruh luar biasa negatif dalam karier mereka, ingat kasus Britney Spears yang nyaris menjatuhkan anaknya saat ia menggendong dan berusaha lari dari kejaran paparazzi?
Mungkin apa yang dilakukan oleh Britney adalah tidak sengaja, karena menurut saya Britney pasti memiliki naluri keibuan yang cukup besar dan berniat melindungi anaknya. Namun reaksi yang terjadi justru sebaliknya, ia dituduh sebagai ibu pemabuk yang tidak bertanggung jawab atas keselamatan anaknya, bayangkan apa yang dirasakan Britney saat ia dituduh seperti itu. Hasilnya? Kariernya sedikit anjlok meskipun albumnya sukses saat rilis di pasaran, meskipun masih dibayangi teror para pencari berita. 
Hal buruk yang berpengaruh pada star factor juga terjadi pada aktor termahal Hollywood Tom Cruise, perilaku keras kepalanya akan Scientology dan aksi gilanya saat meloncat-loncat di atas sofa Oprah dalam The Oprah Winfrey Show membuatnya kehilangan kontrak eksklusifnya dengan Paramount Pictures. Entah apa yang dipikirkan Tom saat ia melakukan aksi-aksi yang mencerminkan kebodohan di muka umum serta mengusik kebebasan dalam kepercayaan pribadi milik orang lain maupun beragama, seperti yang ia juga lakukan saat berseteru dengan Brooke Shields saat melahirkan. Shields yang mengalami trauma pasca-kelahiran menggunakan jasa psikiater serta obat penenang dan penahan rasa sakit dalam proses penyembuhannya, cara yang ditentang Tom berdasarkan kepercayaanya akan Scientology. Tom, yang berada di rumah sakit yang sama dengan Shields saat Katie Holmes melahirkan, mengkritik Shields karena ia menggunakan jasa psikiatri dengan cara yang tidak bisa dierima dengan baik oleh Shields, bahkan ia berani mempromosikan Scientology pada Shields yang masih tersinggung akan perlakuannya.
Melihat perilaku Tom Cruise yang semakin arogan serta menggangu privasi maupun kontrak bisnis, para eksekutif Paramount Pictures akhirnya sepakat untuk mengakhiri kontrak dengan Tom demi menjaga nama baik perusahaan serta income perusahaan yang menurun setelah rilisnya film Mission: Impossible III dan gagalnya film-film yang diproduseri Cruise/Wagner dibawah naungan Paramount. Karier Tom terancam menurun drastis gara-gara kelakuannya ini, namun setelah sempat absen dalam jangka waktu yang tidak lama kariernya mencuat lagi dengan terpilihnya ia sebagai key people dalam United Artists. Terpilihnya Tom sebagai pemimpin UA merupakan langkah besar dalam kariernya karena posisi tersebut merupakan posisi yang cukup terhormat dalam industri film, hal ini juga tidak lepas dari usahanya dalam memperbaiki perilaku setelah kritikan yang tidak hanya datang dari media massa, namun juga publik yang mengkritik akan perilakunya yang negatif telah mempengaruhi karier serta kehidupan pribadinya sebagai aktor/produser ternama. Setidaknya Tom berkaca pada pengalamannya ini, sehingga ia berusaha kembali untuk mendapat kepercayaan publik dan para eksekutif Hollywood yang akhirnya memberi tanggung jawab besar untuk menangani UA yang sempat menurun kinerjanya.
Namun seperti apa yang dikatakan oleh kebanyakan orang akan perilaku, mereka semua pastinya sering mengatakan 'namanya juga manusia, pasti sering berbuat salah'. Para bintang besar seperti Britney Spears dan Tom Cruise juga hanya manusia biasa di dunia ini, mereka juga memiliki kesamaan dengan manusia...mereka juga memiliki badan, wajah namun juga hati dan perilaku layaknya manusia biasa, tidak begitu istimewa. Setidaknya bolehlah mereka berbuat salah, karena mereka tidak begitu sempurna, meskipun mereka harus jaga image karena mereka juga menjadi panutan para penggemarnya.
Jadi kesimpulan yang saya dapat berdasarkan pengamatan saya adalah star factor memang luar biasa berpengaruh dalam dunia entertaniment karena sang bintang sendirilah yang memang ingin dilihat penggemarnya, dan penggemar juga bisa suka maupun berbalik menjadi tidak suka dengan perilaku idolanya yang negatif sehingga mereka akhirnya enggan melihat sang bintang. Seperti saya yang sebenarnya sudah eneg dengan perilaku Tom Cruise yang gila itu hingga membuat saya malas menonton filmnya meskipun harus...bagaimana dengan anda?

LinkVincent Chase (from Entourage)-Official MyspaceJul 31, '08 4:07 PM
for everyone
Link: http://profile.myspace.com/index.cfm?fuseaction=user.viewprofile&frien...

Untuk para penggemar serial TV keluaran HBO, Entourage. Dan khusus untuk para penggemar Vincent Chase bisa gabung atau add untuk jadi temannya Vincent Chase (fiktif tentunya, karena aslinya diperankan Adrian Grenier), di sini juga akan ada link menuju para cast Entourage lainnya seperti E, Johnny Drama, Turtle dan Ari.

VideoHarry Potter and The Half-Blood Prince TrailerJul 31, '08 2:17 PM
for everyone
Akhirnya nongol juga trailer film ini, setelah lama ditunggu-tunggu. Meskipun sedikit tapi setidaknya memberi jawaban akan gambaran flashback seperti apa Tom Riddle saat masih kecil, dan sang sutradara menjanjikan untuk memasang kembali adegan Quidditch di Hogwarts yang sempat divakumkan sejak film ke empat dan lima. Kemungkinan besar trailer lainnya untuk film ini akan menyusul.


Import.flv (3.1 MB)

ReviewReviewReviewReviewReviewBatman: The Dark KnightJul 31, '08 1:16 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
The Dark Knight (2008)
Produksi: Warner Bros. , Legendary Pictures, DC & Syncopy.
Sutradara: Christopher Nolan
Penulis: Christopher Nolan & Jonathan Nolan, berdasarkan karakter dan komik 'Batman' keluaran DC Comics
Cast: Christian Bale, Heath Ledger, Maggie Gyllenhaal, Michael Caine, Aaron Eckhart, Morgan Freeman, Gary Oldman, Eric Roberts & Anthony Michael Hall.

Maaf kalau saya baru me-review film ini sekarang karena alasan khusus seperti internet di rumah saya yang kebetulan sedang mandeg. Sebenarnya saya sudah menonton film ini dua kali, pertama saat filmnya baru keluar di bioskop lokal, dan kedua dengan ibu saya yang ingin ditemani nonton di XXI Premiere (mumpung dibayarin, jadi ikut deh!).

Seperti apa yang diharapkan sekian banyak orang yang menunggu film ini hasilnya memang luar biasa, penuh dengan twist dan penggarapan cerita plus karakter yang mendalam. Christopher Nolan berhasil membuat film action superhero ini terkesan jauh lebih 'manusiawi' jika dibandingkan dengan film superhero lainnya baik dari segi sinematografi, stunt, special effects dan yang jarang kita lihat di film bertema macam ini, yaitu akting.

Film ini merupakan sekuel dari proyek reboot (mengulang proyek dari titik nol) film sebelumnya, Batman Begins. Bruce Wayne alias Batman (Bale), meneruskan aksinya sebagai sang manusia kelelawar di kota Gotham dan terus memerangi kejahatan sambil menjalani kehidupan gandanya dengan dua identitas. Rupanya pemerintah kota dan beberapa penduduk kurang senang dengan aksi sang jagoan karena kerap beraksi main hakim sendiri, sehingga sosok Batman seringkali ditiru oleh kepolisian dan menjadi incaran pemerintah setempat, meskipun Batman bekerjasama dengan Commissioner Gordon (Oldman) dari kepolisisan Gotham. Meskipun begitu Gotham mulai memiliki sosok jagoan lain yang lebih 'nyata' dalam membasmi kejahatan yaitu jaksa wilayah Harvey Dent (diperankan sangat baik oleh Aaron Eckhart), yang juga mengencani teman Wayne, Rachel Dawes (Maggie Gyllenhaal, menggantikan Katie Holmes).

Rupanya kejahatan semakin menjadi-jadi di kota Gotham dengan munculnya kriminal psikopat bernama Joker (Heath Ledger, yang saya yakinkan akan masuk nominasi Oscar). Joker, kriminal penggemar kesadisan ini mulai mengacau di Gotham sambil bekerja sama dengan bos mafia Salvatore Maroni (Eric Roberts, kakak aktris Julia Roberts yang bermain bagus di sini). Masalahnya, meskipun Joker hanya kriminal yang terlihat biasa tanpa senjata luar biasa, namun Joker luar biasa licik dan berniat sesuka hati. Akankah Batman berhasil mengalahkan Joker dan menyelesaikan masalah besar di kota Gotham hasil keonaran Joker? Tanpa atau dengan memakan korban sebelum segalanya terlambat?

Jika boleh saya bilang dalam mengkritik film ini saya memberi empat jempol (dua tangan, dua kaki) untuk jajaran pemainnya dengan akting yang luar biasa berkembang dan teratur dalam mencuri perhatian. Bale memang pantas merasa tiap 'scene'nya dicuri oleh Ledger dengan keseriusannya berperan sebagai psikopat macam Joker, dan saya berani mengatakan kalau peran Joker versi Ledger jauh lebih baik ketimbang versi Jack Nicholson dan Cesar Romero di film-film sebelumnya. Peran Gary Oldman sebagai James Gordon lebih berkembang dengan baik di film ini, sedangkan Caine sebagai sang Butler Alfred Pennyworth serasa membuang masa dengan aktor sekaliber dirinya (saya rasa tanpa Caine pun peran Alfred bisa tetap jalan). Aaron Eckhart juga patut diacungi jempol karena berhasil memerankan karakter yang berseberangan, pada awalnya saya sempat pesimis akan terpilihnya dia. Gyllenhaal terkesan baik dalam 'memperbaiki' karakter Rachel Dawes yang sebelumnya diperankan secara kurang mengesankan oleh Katie Holmes, yang sebelumnya memerankan karakter Dawes kurang matang dan tanpa ekspresi. Morgan Freeman juga berakting ciamik sebagai Lucius Fox, sang inventor gadget dan kostum Batman plus benda-benda berteknologi lainnya yang membuatnya terkesan seperti almarhum Desmond Llyewelyn sebagai Q dalam film James Bond, bedanya Fox lebih elegan ketimbang Q yang terkesan lebih seperti sosok ayah yang suka nasihat. tapi yang lebih membuat saya terkejut adalah munculnya dua aktor pendukung seperti Eric Roberts dan Anthony Michael Hall sebagai peran pendukung, keduanya memerankan karakter masing-masing dengan sangat baik. Roberts masih terlihat ganteng di film ini, dan ini mungkin merupakan peran terbaiknya sejauh ini dalam karir Roberts, plus Hall yang tampil bagus sebagai pembawa berita meskipun porsinya tidak begitu besar.

Sekali lagi salut juga pada para filmmakernya di balik pembuatan film ini baik para produser, special effects crew, make-up artists dan sang sutradara dan penulis skenario Nolan bersaudara. Film ini menjadi jauh lebih manusiawi dan lebih wajar dalam mengangkat kehidupan dan karakteristik kejiwaan manusia meskipun filmna bertema superhero...dan lebih mengingatkan dan memberi gambaran pada penonton bahwa semua manusia tidaklah sempurna dengan kelebihannya, bahkan seseorang yang luar biasa bisa memiliki kelemahan, serta tidak selamanya kekuatan besa bisa bertahan dalam kebenaran.


Blog EntryPoster Film Apakah Ini???Jun 28, '08 5:31 PM
for everyone
ADA YANG TAHU POSTER FILM APAKAH INI????




HAYO COBA TEBAK!!!!....
.
.
.
.
.
.

.
.
.
.
.

.
.
.
.
.
.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

.
.
.
..
.
.

.
.
.
.
.
.
.

.
.
.
.
.
.

..
......
...........
.............
.
.
.
.
.

.
.

TERUS!!!
.
.
.
.
.
.

.
.
.
.
.

.
.




Film favorit sejak filmnya yang pertama. Luar biasa sadis memang, tapi buat setiap para penggemar film gory siapa sih yang nggak sabar? Ceritanya yang kelam dan penuh jebakan selalu siap membuat kita terkaget-kaget, poster di dapat di IMDB dan ini baru promotional teaser poster. Akan di rilis 28 Oktober 2008...jadi banyak waiting list buat nonton nih, tapi nggak dapet tiket mulu nih! Mau nonton Sex and The City ato Kung-Fu Panda penuh nggak dapet mulu...

ReviewReviewReviewReviewReviewBig love (TV Series)Jun 26, '08 3:17 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Menceritakan tentang keluarga Henrickson dan sang kepala keluarga, Bill Henrickson, yang beristri tiga dan tinggal di Sandy, Utah. Keluarga ini pada kemasan luarnya terkesan biasa namun memiliki rahasia terdalam yang tidak diketahui lingkungan sekitarnya yaitu bahwa Bill adalah penganut agama Mormon dan seorang poligamis beristri tiga yang tinggal seatap! Akankah keluarga Bill bertahan dengan keakraban keluarga besar mereka yang tidak biasa?

Setelah diputar di HBO, Season 1 & 2 cukup menghibur dengan ceritanya yang menarik. Mungkin poligami untuk orang Indonesia tidak biasa namun dengan segala kreativitasnya berhasil menggambarkan cerita keluarga poligamis yang harmonis lengkap dengan seluk-beluk dan konfik yang ada seperti istri cemburu, masalah pubertas sang putra sulung Benny, pergaulan dalam menutupi rahasia keluarga serta bagaimana mengurus rumah tangga meskipun keluarga tersebut adalah keluarga poligami Meskipun menceritakan poligami film ini bisa membuat kompak rasa kekeluargaan (kalau Bill bisa menyatukan ketiga istri dan tujuh anaknya biar kompak masa yang punya istri satu nggak bisa?!).

Season 3 akan diputar 2009...


ReviewReviewReviewReviewThe Incredible HulkJun 26, '08 10:35 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Sutradara: Louis Leterrier.
Penulis Skenario:Zak Penn, adaptasi dari komik 'Hulk' Marvel Comics.
Pemain: Edward Norton, Liv Tyler, Tim Roth dan William Hurt.

Sebenarnya sudah nonton dari kemarin-kemarin, cuma baru posting review sekarang karena saking malasnya buat buka internet. Rupanya jauh dari perkiraan sebelum rilis yang sudah berpikir pesimis sama film ini, hasilnya di luar jangkauan. Cerita yang jauh lebih kuat daripada pendahulunya dan Hulk yang jauh lebih sangar daripada versi Eric Bana/Ang Lee berhasil membuat mata dan pikiran pesimis terikat ke layar bioskop dari awal sampai akhir, dan seperti biasa Edward Norton performanya tidak pernah mengecewakan (menurut saya lho!) plus Tom Roth yang tampil ciamik sebagai sang villain Emil Blonsky, sayang penampilan Liv Tyler terkesan kurang matang dan berkembang, sama saja seperti saat jaman film Armageddon serta akting aktor sekelas William Hurt terkesan sia-sia di film ini.

Ceritanya bisa disebut kejadian beberapa tahun sesudah film sebelumnya, Bruce Banner (Edward Norton) mengasingkan diri ke Brazil sambil menyelidiki cara menyembuhkan penyakit ganas monster hijaunya. Secara tidak sengaja keberadaan Banner diketahui oleh pihak militer Amerika yang dipimpin oleh General Thaddeus 'Thunderbolt' Ross (Hurt) yang langsung mengutuskan Emil Blonsky (Tim Roth), seorang tentara bayaran untuk menangkap Banner karena Ross memiliki niat terselubung dengan kekuatan yang dimiliki Banner. Tanpa diketahui Ross, Blonsky juga memiliki niat lain karena terobsesi dengan kekuatan yang dimiliki Banner a.k.a. Hulk.

Secara garis besar film ini memuaskan sebagai film hiburan musim panas dan berhasil menduduki chart Box Office nomor 1 di Amerika Serikat (minggu ini jatuh ke nomor dua, dikalahkan oleh Get Smart). Cerita yang digarap jauh lebih dinamis daripada pendahulunya, dan spesial efek yang luar biasa mendukung berhasil membuat Hulk terkesan jauh lebih nyata dan sangar, plus akhirnya gaya penyutradaraan sang sutradara Louis Leterrier (The Transporters, Danny The Dog) yang jauh lebih berkembang dan sangat blast memadukan ciri khasnya untuk film action. Dan jangan lupa untuk jeli melihat adegan terakhirnya dengan cameo yang mengejutkan!


Adakah sebagian dari anda penggemar komik superhero Gundala? Jika ya mungkin anda akan heboh dengan berita yang satu ini. Namun bagi anda yang belum tahu siapa itu Gundala maka bacalah asal-usulnya di bawah ini...

Ini adalah kutipan asal-usul Gundala yang dikutip dari Wikipedia.com:

Seorang peneliti jenius bernama Sancaka menemukan serum anti petir. Tenggelam dalam ambisinya sebagai seorang ilmuwan, dia melupakan hari ulang tahun Minarti, kekasihnya, yang berakibat putusnya hubungan mereka. Sancaka yang patah hati berlari dengan hati galau di tengah hujan deras. Tiba-tiba sebuah petir menyambarnya. Dalam keadaan koma ia ditarik oleh suatu kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh raja Kerajaan Petir yang bergelar Kaisar Kronz, sekaligus diberkati kemampuan super yaitu bisa memancarkan geledek dari telapak tangannya. Raja Taifun dari kerajaan Bayu memberinya kekuatan lari secepat angin.

Sejak itulah, di waktu-waktu tertentu, ia tampil sebagai jagoan penumpas kejahatan berpakaian hitam ketat dengan sepatu dan cawat berwarna merah. Wajahnya tertutup topeng, hanya tampak mata dan mulutnya, di sisi topengnya terdapat hiasan seperti sayap burung. Ia adalah kawan mereka yang lemah dan musuh bagi para pencoleng.

Gundala adalah komik superhero Indonesia karya komikus senior Hasmi, yang muncul edisi perdananya pada tahun 1969 dan dibuat filmnya pada tahun 1982. Sebagai tambahan, kostum Gundala sangatlah terkenal dengan trade-marknya yang sedikit meniru Captain America/Flash, bedanya Kapten yang satu ini dari Jogja. 

Dan setelah sekian lama tidak terdengar kabar akan Gundala akhirnya muncul kabar baru yang baru aja gw baca dari majalah film Cinemags terbaru, di kolom pembaca muncul attached gambar poster film Gundala dan link websitenya dari seorang pembaca seperti ini:

Official Website bisa dikunjungi di SINI

Sejauh ini belum ada kabar mengenai keberadaan film yang akan release tahun depan ini, ataupun siapa pemain, sutradara dan penulis skenario secara resmi. Namun keberadaan official website untuk film ini kesannya sudah memberi kesan otentik keaslian isu akan digarapnya (atau sudah digarap) film ini, meskipun saat dibuka cuma ada tag line film dan waktu release aja...

Yang jelas filmnya harus bagus dan nggak mengecewakan para moviegoers Indonesia, lestarikan perfilman kita agar semakin beragam. Mudah-mudahan hasilnya keren dan nggak se-cemen film Cicak-Man buatan Malaysia itu. Kalau Malaysia punya Cicak-Man kita punya Gundala yang dari segi teaser poster saja sudah keren, nggak kayak Cicak-Man yang katrok kampungan abis itu...


LinkIMDB-Internet Movie DatabaseJun 12, '08 9:01 AM
for everyone
Link: http://www.imdb.com/

Buat yang kepingin mencari info pemutaran seputar film, festival, gosip maupun kabar terbaru dari artis tervaforitnya bisa dilihat di sini.

Isinya banyak orang terkenal, tinggal tulis di search langsung muncul. Coba cari saya di searchnya 'fanisa amandhia spielberg', kalau ada berarti saya terkenal...huahahahaha *tertawa licik*

LSF atau Klasifikasi Usia? Atau keduanya? Atau masih ragu? Jangan lupa untuk voting dan tulis juga mengapa?
   
Ini isu yang sudah lama banget di Indonesia, tapi tetap bikin kuping gatal dan kepala pusing kalau liat acara di TV yang masih ribut aja antara MFI dan Titie Said mengenai ditiadakannya badan sensor kita, yaitu Lembaga Sensor Film alias LSF...

Sebenarnya isu ini sangatlah simpel, yaitu keinginan MFI (Masyarakat Film Indonesia) mengganti badan LSF dengan Badan Klasifikasi Film karena LSF terkesan mengurung kreativitas para pembuat film kita. Mengurung 'kreativitas'? Ya iyalah! Bayangkan saja ada adegan ciuman sedikit aja kesannya ribut banget! Tujuan film menurut saya adalah menuangkan kreativitas dan mengangkat kreasi sebebasnya apapun itu sebuah realita atau hanya imajinasi fiktif belaka, dan itu juga merupakan kebebasan sang pembuat film mengenai penggarapan filmnya sendiri, bukan turut campur tangan orang luar.

Kalau dilihat dari linta generasi para pembuat film kita terkesan ada semacam jarak antara generasi tua yang dulu dengan generasi muda sekarang ini, semua bermula dari kejadian FFI (Festival Film Indonesia) periode 2006-2007 lalu dimana kasus ini muncul ke permukaan saat kemenangan film Ekskul sebagai film terbaik di ajang ini. Sungguh amat disayangkan memang...ya tapi mau gimana lagi? Orang sudah kejadian toh! Generasi muda kita wawasannya memang luas, lihat saja dari jajaran mereka ada yang lulusan luar negeri...tapi mereka menghargai sekali film Indonesia, apalagi lulusan dalam negeri macam Hanung Bramantyo dan Riri Riza...seperti Riri yang meskipun lulusan dalam negeri pikiran dan ilmu pengetahuan tidaklah sempit! Contohlah sedikit dan pelajari apa yang terjadi di dunia perfilman negara lain. Kalau yang tua? Mereka tau apa sih?! Bukan maksud saya main hakim tapi mereka terkesan terlalu memegang teguh prinsip dalam negeri dan harus dipertahankan, saya rasa tidak salah toh belajar dari apa yang terjadi di negara lain dan contohkanlah yang baik...orang Malaysia saja seringkali mencuri ide kreativitas kita karena menurut mereka bagus, ya jangan bangga sampai situ saja! Kalau bisa belajar lagi sana!

Lagipula untuk jajaran juri FFI saat itu yang dipimpin oleh aktris senior kita Rima Melati, ingin sekali saya tanyakan pada jurinya apakah mereka sering menonton film luar selain film Indonesia? Apakah mereka mengikuti perkembangan terbaru film Indonesia yang setidaknya menonton film Indonesia yang paling baru? Tahukah mereka akan perkembangan perfilman Internasional terkini? dan saya mengharapkan mereka tidak menjawab pertanyaan terakhir yang satu ini dengan cara macam 'waktu festival film Cannes dan Berlinale tahun 1970an dulu..' karena kedua festival kenamaan ini saya yakin antara yang dulu dan sekarang setidaknya sudah memiliki banyak perbedaan, apalagi jawaban macam 'waktu tahun jayanya film Indonesia 1970an dulu...' karena itu sudah puluhan tahun yang lalu lamanya...saya harap mereka boleh mempertahankan etika perfilman yang sudah eksis dulu kala tapi harap titik kelemahan yang ada ditingkatkan secara lebih baik.

Beruntung klasifikasi di berita yang lalu disetujui pemerintah, meskipun badan sensor tidak dihilangkan. Saya rasa selain LSF Badan Klasifikasi Film (atau sebut saja BKF, menurut saya) harus digalakkan pemerintah karena sejauh ini LSF tidak terlalu manjur...klasifikasi yang mereka pasang hanyalah Semua Umur (SU), Remaja (RJ) dan Dewasa (D) untuk bioskop dan home video, serta SU, Bimbingan Orang Tua (BO) dan D untuk televisi. Yang justru menuru saya masih kurang jelas karena tidak diterangkan untuk usia berapa sajakah film dengan klasifikasi RJ...apakah RJ berskala usia 12+, 13+ atau 15+, karena masih ada orang tua yang meganggap usia remaja itu justru 17+ (bingung kan? Bagaimana menentukan tontonan yang cocok untuk anak anda...), serta klasifikasi D...apakah untuk usia 17+ (tujuh belas tahun ke atas) yang padahal kalau di luar seperti Amerika justru rating yang cocok untuk film dewasa adala 18+, sedangkan Eropa kebanyakan hanya 16+...tentunya anda lebih dibuat bingung lagi bukan? Apalagi saya...habis pemerintah tidak memberi petunjuk yang jelas!!!...

Contoh di Amerika Serikat seperti Hollywood sana, Mereka bikin klasifikasi macam ini:
  • G untuk General alias semua umur.
  • PG untuk Parental Guidance alias bimbingan orang tua.
  • PG-13 untuk bimbingan orang tua bagi anak yang usianya di bawah 13 tahun.
  • NC-17 untuk 17+, tidak diperuntunkan untuk yang berusia dibawah 17 tahun.
  • R atau Restricted yang diperuntunkan untuk usia 17+, untuk yang berusia dibawah 17 tahun harus dengan bimbingan orang tua.
Selengkapnya untuk klasifikasi seperti di atas berdasarkan MPAA (Motion Pictures Assocciation of America) bisa dilihat di link ini.

Kelemahan LSF sebenarna bisa dilihat di bioskop kita kok, lihat saja saat bioskop 21 pasang film Basic Instinct 2 ada berapa anak dibawah umur yang menonton film ini? Banyak! Saya ingat betul saat beli tiket waktu itu karena  yang menonton adalah adik kelas saya bersepuluh yang masih berusia 12-15 tahun! Ya tuhan...petugas di loket bioskop tidak menanyakan usia pembeli tiket sama sekali. Bandingkan saat saya ingin menonton film Death Proof di Singapura, saat ingin membeli tiket si penjual menanyakan usia saya berapa:

Penjual Tiket (PT):"How old are you miss?"
Saya (S):"I'm 19 years old" (bohong! )
PT:"Can you please show me your ID, Please?"
S:"I Forgot, I put it in my hotel room..."
PT:"Well, I can't give you the ticket if you don't give me your ID card as a proof..."
S:"Come on lah!!! I don't bring it..."
PT:"All audience who wanted to watch R rated film should show their ID card in here..."

Alhasil saya pun tidak jadi menonton... Tapi jujur sistem klasifikasi ini manjur toh! Dengan sistem ini setidaknya moral bangsa bisa dipertahankan bukan? (Seperti melarang saya menonton film penuh kekerasan, seperti contoh di atas tadi...) Apa sih susahnya para generasi tua kita dan pemerintah untuk berpikir dua kali mengenai masalah ini, lihat saja contoh di atas...nggak repot kok! Meskipun ngurusnya repot banget!...

Nah saya ingin tanya nih, menurut para pembaca bagusan mana? LSF atau Klasifikasi Usia? Atau keduanya? Atau masih ragu? Jangan lupa untuk voting dan tulis juga mengapa?


VideoDr. Slump Episode 1Jun 5, '08 10:30 AM
for everyone
Masihkah ada yang ingat dengan Dr. Slump? Yang dulu diputer di SCTV setiap hari Minggu...dengan si kocak Arale. Ini episode pertamanya buat yang rindu dengan kartun-kartun Jepang jadul yang dulu sering menghiasi kotak ajaib kita...


Import.flv (58.2 MB)

ReviewRantai BumiJun 4, '08 10:51 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Other
Produksi: Dukun Gendeng Production (bis ga tau apa nama rumah produksinya).
Produser: Ki Kusumo.
Dukun: Ki Kusumo.
Sutradara: Purnomo Chakil.
Penulis: Nggak tau...mungkin Ki Kusumo dengan jin maupun tuyul-tuyul piaraannya...
Pemain: Ki Kusumo as Himself, Kiki Amalia, Toro Margens, DDDL (Dan Dukun Dukun Lainnya).

"Film yang buruk!," mungkin adalah kata yang paling pantas diucapkan untuk menggambarkan segala keburukan film ini. Film ini terkesan dibuat seperti pada jaman 80an...film aksi supranatural (yang sebenarnya lebih cocok diputar di TV) yang dibalut cewek bomseks yang kalau dulu mungkin macam Eva Arnaz atau Yurike, generasi sekarang lebih mengenal Kiki Amalia sebagai pengikut jejak tante Eva...bedanya tanpa bulu ketek.

Saya saja sudah malas untuk nonton...namun terpaksa karena dipinjamkan teman, katanya lumayan untuk mengendurkan urat syaraf. Tapi membuat sedikit premise seperti yang sebelumnya saya lakukan saja sudah malas...ya terpaksa hanya 'nyongkel' dari SuaraMerdeka.com, berikut kutipannya:
"Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti (Kebenaran dan keadilan akhirnya mengalahkan kebatilan)." Adhi Kusumo (Ki Kusumo) mengucapkan bait pemungkas Kidung Suwargaloka itu dan sejenak kemudian memperoleh Mustika Rantai Bumi.

Dengan jimat sakti itulah dia menghancurkan musuh besarnya, Ki Guntur Sewu (Marcellino) dan Ki Lodaya Sakti (Brata Santosa). Itulah akhir keteruraian permasalahan dalam film Rantai Bumi yang disutradarai Purnomo A Chakil.

Hitam-putih. Ya, kejahatan pasti dikalahkan kebaikan. Para tokoh antagonis, seperti Hans (Toro Margens), Ki Guntur Sewu, dan Ki Lodaya Sakti serta para antek mereka tak berdaya ketika Mustika Rantai Bumi dalam genggaman Adhi Kusumo.

Bah! Rupanya film ini memang buruk setengah mati! Lihat saja dari sinopsisnya...tapi apa kata teman saya tidak salah, dengan segala ke'culun'an dan ke'bodoh'an sang pembuat film yang meramalkan filmnya akan sukses sebelum peredaran ini (yang sudah bisa ditebak, ramalannya gagal) film ini memang sukses mengendurkan urat syaraf saya...Ki Kusumo sang produser, paranormal dan pemain utama berhasil membuat saya tertawa dengan adegan aksinya macam berlari vertikal di dinding, invisible bahkan solat di atas air kolam renang...ada-ada saja...


Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Produced by: Frank Marshall, Denis L. Stewart, George Lucas, Kathleen Kennedy.
Directed by: Steven Spielberg.
Written by: David Koepp. Based of characters and story created by: George Lucas and Jeff Nathanson.
Cast: Harrison Ford, Cate Blanchett, Karen Allen, Shia Labeouf, Ray Winstone, Jim Broadbent.

Sorry telat review...padahal dah nonton dari minggu lalu. Indiana Jones is back! Setelah 19 tahun absen dari film ketiganya, Indiana Jones and The Last Crusade. Dr. Jones sekarang sudah renta, ditinggal mati bapaknya sekian lama (bapaknya diperanin Sean Connery, di sini cuma ditampilkan foto) dan Jones masih aktif di lapangan sebagai arkeolog sejati.

Film ini masih dibintangi Harrison Ford (of course!) yang tidak mau membohongi usianya yang sudah renta, dan aktingnya sangatlah natural disini...tidak memaksakan menjadi muda. Setelah sekian lama absen film ini kembali dengan special effect CGI yang jauh lebih bagus ketimbang pendahulunya, karena kemajuan tekhnologi tentunya!

Nama dan kerjasama Spielberg-Lucas sebagai duo sutradara-produser memang sudah ampuh untuk menjadi jaminan sukses film ini, ditambah dengan pemeran pendukung kelas Oscar macam Cate Blanchett dan aktor muda Shia Labeouf sebagai daya tarik untuk penonton yang lebih muda pasca Trasformers, tentunya. Dan film yang cocok untuk disaksikan bersama keluarga ini merupakan film selingan yang bagus untuk menghabiskan waktu liburan sekolah, jadi duduk tenang dan janganlah anggap Indy serius! Karena Indy hanyalah hiburan semata, jadi nikmati saja aksi nostalgia Indy di sini!!!


Blog EntryHobby Yang Gila...May 26, '08 11:09 AM
for everyone
Sebagai penggemar film gw tentunya adalah seseorang yang begitu fanatik sama film favoritnya, termasuk sampai mengincar DVD original, atribut macam kostum dan aksesoris, poster, buku panduan sampai action figurenya. Di bawah adalah sebagian list dari sekian banyak film favorit gw, emang sebagian besar film tersebut direlease di jaman gw belum lahir...tapi nggak peduli, mau sampai dikatain teman orang gila juga nggak masalah karena kegilaan gw dengan film-film ini sampai hafal dialognya...

Dan ingatlah, list di bawah ini hanyalah SEBAGIAN karena masih banyak banget...mau bilang selera gw keren...terima kasih, mau bilang selera gw aneh...silahkan, mau bilang selera gw norak...EGP (Emang Gw Pikirin).

Inilah SEBAGIAN listnya:
Indiana Jones Franchise yang ini sudah pasti jadi idola do kalangan semua usia, setiap hari libur panjang film ini sering banget di putar di TV lokal kita. Cocok di semua kalangan usia karena cerita dan aksi Indy yang kocak banget, pas dibawakan sama Harrison Ford (sebelumnya nyaris diperankan Tom Selleck, bayangkan Indy dengan kumis Magnum P.I.). Selain gantungan kunci, poster serta DVD originalnya gw juga punya topi serta cambuk buat beraksi a la Indiana Jones sampe action figure Indy, udah jadi penggemar Indy dari umur 4 tahun dan kemarin pas nonton ampe jingkrak-jingkrak karena nostalgia banget pas liat Harrison Ford sama Karen Allen (ceweknya yang di Raiders of the Lost Ark) balik lagi di film ini, plus themenya yang memorable.
Back To the Future Trilogy Ngeliat aksi serunya Michael J. Fox di film ini emang asik banget dari awal sampai akhir, cuma punya poster dan DVD originalnya aja...tapi kalo aksesoris yang lain cuma replika mini mobil Delorean doang...
Miami Vice Sempet dianggep norak sama satu sekolah pas nonton versi bioskopnya, soalnya pas nonton pake baju polo shirt pink dan jeans-sepatu putih...meskipun versi Colin Farrel- Jamie Foxx nggak sebagus versi Don Johnson-Philip Michael Thomas. Nggak tau kenapa jadi ampe ngincer DVD original versi seri TVnya dari season 1-2...sisanya bajakan...
Harry Potter Generasi film franchise terbaru emang udah didominasi sama seri karya J.K. Rowling ini, nggak bukunya, filmnya, posternya, action figurenya maupun tongkat Harry & Voldemort di rumah ada. DVDnya dah pasti original, bahkan sudah mencicipi permen Bertie Bott's Every Flavour Beans yang rasa congek, muntah, dll. Dijamin dalam 10-20 tahun mendatang film ini bakal menjadi klasik yang bakal diin
gat semua orang dan bahan nostalgia...mengikuti jejak film-film franchise pendahulunya.

Star Wars Film sci-fi yang fenomenal, George Lucas emang master dalam menangani film ini. Meskipun seri terdahulunya udah jadul tapi nggak usang-usang juga...special efeknya masih keren. Bertahun-tahun sesudah versi Mark Hammil dipuat prequel film ini yang dibintangi Ewan McGregor dan Hayden Christensen (gw benci banget sma Hayden, nggak tau kenapa). Jubah Jedi punya, tapi dah nggak cukup lagi. Pedang Jedi juga punya cuma versi mainan, bukan replika (karena yang replika harganya mahal banget). Buku-buku the making of pun dibeli juga sekedar untuk koleksi.
Lord Of The Rings Trilogy Gw bukanlah penggemar Frodo, Aragorn atau Legolas yang selalu dijagokan dalam trilogy ini, tapi gw adalah penggemar Gollum si licik. Kalo kata nyokap gw ngapain sih gw suka sama Gollum? Udah kurus, ompong, jelek lagi...ada mainan dan action figure Gollum, poster bergambar Gollum, ringtones Gollum dan buku panduan, novel serta the making of filmnya sendiri...itupun DVD juga harus original buat koleksi...
Batman Series
Terserah mau yang versi Michael Keaton, Val Kilmer atau versi Christian Bale, kecuali versi George Clooney yang gagal total. Menurut gw yang terbaik itu versi Tim Burton yang dibintangi Michael Keaton dan Christopher Nolan yang dibintangi Bale. Nggak sabar nunggu filmnya yang baru...
Superman Nonton Superman yang baru emang nggak seasik yang dulu, karena di kepala udah kepikir cuma Christopher Reeve dan George Reeves untuk serial TV aslinya, untuk yang versi Dean Cain dan Teri Hatcher dari serial Lois & Clark dilewatkan saja...Smallville? Ngikutin, sayang mengecewakan.
The Godfather Trilogy Khusus untuk yang satu ini gw sampe mendedikasikan diri untuk memerankan Don Vito Corleone di pentas sekolah...Kemarin sampe beli action figurenya juga waktu jalan-jalan ke Amrik.
Terminator Ngga ada yang harus dijelaskan lagi...
Lethal Weapon Yang jelas aksi Mel Gibson (ganteng banget! Tapi nggak sama rambut mulletnya) dan Danny Glover emang seru dan kocak abis, nggak ada kata 'bosen' tiap nonton ini film, plus Joe Pesci yang kocak banget di film ini.
Si Doel Anak Sekolahan  Jadi kangen sama Bang Ben dan Pak Tile kalo nonton serial TVnya dulu, daripada nonton sinetron bagusan Si Doel. Jaman dulu puter di RCTI kayakya nggak pernah kelewat, penyeimbang dari serial ini yang juga nggak kalah bagusnya adalah kisah Abah dan keluarganya di Keluarga Cemara (juga putar di RCTI).
Catatan Si Boy  Gw bukan penggemar Onky Alexander, tapi ngefans banget sama Emon yang selalu mencuri perhatian di setiap adegan. Bahkan gw berikrar suatu hari nanti gw akan meremake film fenomenal ini...dan theme song memorable dari Ikang Fawzi pun jadi ringtones HP gw lho!!! Hebat kan??? Untuk yang satu ini (serta Warkop dan Benyamin) gw sama nyokap sampe bela-belain untuk BBW di Glodok...udah panas, becek, banyak ojek...akhirnya ketemu nyempil di sebuah toko VCD kecil.
Warkop DKI Tiap hari libur atau weekend pagi yang diputer ulang mulu nggak pernah bosen...alsi Dono-Kasino-Indro selalu mengundang tawa ditemani cewek-cewek ber tank top seksi sayang keteknya berbulu (bukanlah pemandangan yang bagus tentunya) macam Eva Arnaz, Yurike dan Kiki Fatmala. Dan music score jiplakan dari film The Pink Panther yang menghiasi setiap adegan. 
Benyamin Sueb Nah kalo yang ini sih nggak ada bosennya...Tarzan Kota, Betty Bencong Selebor, dll. Komplit dah di rumah gw...sayang kualitas gambar film jadul kadang jelek banget...

VideoClash of the Titans-TrailerMay 26, '08 10:07 AM
for everyone
Trailer of "Clash of the Titans", a story from Greek mythology


Import.flv (2.7 MB)

LinkCyber Film SchoolMay 26, '08 4:16 AM
for everyone
Link: http://www.cyberfilmschool.com/

Buat para penggemar film dan calon filmmaker (atau para filmmaker independent) bisa buka website ini untuk liat-liat informasi dan belajar film di sini, ada pertanyaan juga bisa dijawab di sini...dijamin (kirim aja pertanyaannya via e-mail ke mereka, atau pilih dari pilihan yang ada).

Blog EntrySinetron Indonesia itu jiplakan? Udah biasa kali!May 21, '08 10:27 AM
for everyone
Belakangan ini dunia pertelevisian kita sedang dipenuhi betul sama sinetron-sinetron (atau shitnetron, istilah buatan saya) bertemakan religius yang menghilangkan bumbu horror, kalau dulu kita sering lihat sinetron Hidayah yang pake dukun segala dan gambaran cobaan dari tuhan yang tragis macam tubuh dikerubungi belatung semasa hidup atau penyakit (maaf) kelamin yang menewaskan si penderita, sinetron jaman sekarang ini (katanya sih...) telah berubah menjadi bertemakan 100% religi tanpa unsur supranatural, seperti unsur keseharian.

Contoh sinetron macam ini yang sedang populer diantaranya adalah Munajah Cinta (MC) produksi SinemArt yang dibintangi Baim Wong, Rianti Cartwright dan Zaskia Mecca. MC diproduksi setelah munculnya musim film dan sinetron bertema relijius keseharian yang dibubuhi cerita cinta a la telenovela, sinetron ini ditengarai mengikuti trend dengan tema sejenis karena diproduksi setelah munculnya Ayat-ayat Cinta (AAC) dan Kun Faa Yakuun (bener ga sih nulisnya?). 


Dan tanpa perlu basa-basi, sinetron ini memang cukup beralasan untuk mencari untung di pasca kesuksesan AAC, selain mengambil beberapa 'elemen' dari AAC tentunya seperti beberapa pemain yang namanya menanjak dari AAC macam Rianti Cartwright dan Zaskia Mecca sendiri yang dicomot SinemArt untuk main di sinetron ini, serta menggunakan Rossa sebagai pengisi soundtracknya pasca kepopuleran Rossa di OSTAAC. Inti ceritanya sendiri juga tidak beda jauh sama AAC, yaitu cinta di dalam rumah tangga poligami, meskipun 'sedikit' dibedakan.

Sejak awal saya dan ibu saya memang kurang suka dengan sinetron ini karena mengajarkan poligami, meskipun sebagian teman arisan ibu saya bilang tidak masalah jika dipoligami oleh Baim Wong. Meskipun saya tidak 100% anti-poligami saya tetap tidak setuju dengan sinetron ini, karena selain mengajarkan poligami toh sinetron ini tidak ada unsur orisinil sama sekali karena selain nebeng popularitas AAC film ini juga menjiplak serial TV favorit saya dan ibu saya, yaitu Big Love produksi HBO.

Rupanya seribu alasan yang dikeluarkan para penulis sinetron kita yang menyatakan karyanya asli bukanlah alasan yang baik, karena setiap di balik kesuksesan banyaknya sinetron belakangan ini banyak yang terkesan jiplakan film luar. Heran, segitu banyaknya orang-orang berbakat di Indonesia rupanya tidak selalu menghasilkan karya terbaik karena para produser kita yang seperti biasa mementingkan UNTUNG tanpa memikirkan MORAL dan KUALITAS seni itu sendiri. Jadi (mungkin) para penulis yang kreatif dan berbakat itu 'terpaksa' mengikuti pasar yang ada atas tuntutan produser mereka karena (mungkin) tuntutan hidup juga seperti memberi nafkah untuk istri dan anak-anaknya, bayar kontrakan, beli minyak tanah, bayar tagihan, belanja, dll. Terkadang saya tidak bisa menyalahkan mereka (para penulis) juga karena tuntutan yang ada, serta saya juga tidak bisa menyalahkan pemainnya karena merea juga mencari nafkah di situ, yang salah ya si produser itu sendiri, mungkin agar produksi sinetronnya laku si produser menyuruh penulis skenario mereka untuk menonton DVD serial TV Korea, Telenovela serta produk luar lainnya untuk dijiplak selama rakyat Indonesia yang katanya bodoh tidak tahu, padahal saya yakin kita semua nggak sebodoh itu.
Kembali ke MC, sebelumnya seperti saya bilang selain nebeng popularitas pasca suksesnya AAC sinetron ini juga menjiplak Big Love. Berikut dua bukti yang mendukung argumen saya ini adalah:
  • Tentang poligami. Si karakter Baim Wong memiliki tiga orang istri, sama halnya dengan Bill Henrickson di Big Love yang penganut Mormon.
  • Masalah dengan istri-istrinya. Si istri satu adalah istri yang ikhlas dalam memimpin istri-istri yang lain (diperankan Rianti), sama seperti Barbra Henrickson yang sebagai istri tertua memimpin istri lainnya dalam mengatur keuangan rumah tangga.
Bedanya kalau di sinetron MC ditambah banyak unsur hiperbola khas sinetron, yang mengurangi unsur realistisnya. Jadi...apakah sinetron kita harus terus menjiplak? Mana kreativitasnya? Makanya saya selalu bilang "Cape deeh....." setiap lihat sinetron yang ada. Jangankan nonton, lihat aja sudah malas minta ampun...

VideoTHX 1138-TrailerMay 14, '08 11:10 AM
for everyone
Film science fiction karya George Lucas yang dibuat beberapa tahun sebelum Star Wars, ada yang pernah nonton? Jangan ngaku-ngaku dirinya adalah penggemar George Lucas dengan Star Wars-nya yang menjadi masterpiece perfilman Hollywood jika belum menonton film yang juga menginspirasikan film The Island ini.


THX 1138-Teaser 1.mp4 (9.7 MB)

Blog EntryKenapa banyak orang benci sama Daniel Craig?!May 10, '08 11:38 AM
for everyone
Gw heran kenapa ya semua orang benci banget sama Daniel Craig, pemeran James Bond di Casino Royale baik sebelum dan sesudah filmnya keluar. Alasannya macem-macem kalo ditanyain...tampangnya jelek (emang), nggak terkenal (buat orang-orang Indonesia emang iya), aktingnya jelek (kata siapa?) dan lebih parahnya kayak supir bokap gw (kata kakak gw yang cewek)...dan orang-orang yang ngomong berdasarkan penilaian akan Daniel Craig di atas tadi adalah orang-orang bodoh buat gw, karena...MEREKA BELUM NONTON FILMNYA SAMA SEKALI!!! Aduh kenapa ya orang Indonesia itu bisa bodoh banget kalo menilai orang, dari penampilan pula, kayak pejabat kita kalo rapat kenegaraan pastinya liat luar kemasannya dulu (dalam membahas rapat, kata-kata yang bagus dari pejabat yang berpendidikan dan berstatus tinggi alias dompet tebal serta terhormat...misalnya). Yang jelas mereka semua yang menilai Craig ancur itu salah! Salah banget, dan pastinya kalo mereka udah nonton Casino Royale (CR) bakal berubah pendapat mengenai Daniel Craig.

Craig adalah James Bond ke-6 yang menggantikan Pierce Brosnan yang hengkang setelah film Die Another Day. Seperti yang kita ketahui lima pemeran sebelumnya adalah Sean Connery, George Lazenby, Roger Moore, Timothy Dalton dan Pierce Brosnan, dan kelimanya emang guanteng-teng-teng-teng...tipikal Hollywood sekali, pemeran utama pria apalagi kalau memerankan figur yang ngetop dan sudah fenomenal harus bagus packagingnya...nggak ada cacatnya...kayak Craig misalnya. Pas Craig dipilih sebagai Bond banyak orang yang berkomentar negatif mengenai tampangnya, rambutnya yang blonde alias pirang dan status ke-terkenal-annya akan aktingnya yang masih terbatas film-film indie buatan Inggris, meskipun sudah memerankan beberapa produksi Hollywood seperti Road to Perdition dan Tomb Raider. Tapi pendapat mereka berubah setelah menonton, bahkan produk kondom ternama Durex sempat membuat voting yang diikuti lebih dari 1000 wanita tahun 2006 yang menobatkan Craig di urutan pertama sebagai pria terseksi tahun 2006 karena perannya sebagai James Bond dan adegan memorablenya saat dia jalan-jalan di pantai hanya menggunakan boxer...(foto dipajang di atas).

Jujur meskipun banyak orang yang mengecam terpilihnya Craig sebagai James Bond kesannya hanya gw-lah orang di dunia ini yang setuju akan terpilihnya Craig sebagai James Bond, kenapa? Karena aktingnya keren banget, dia bisa kalem dari gaya ngomongnya tapi terkesan macho kalau bertindak dan beraksi...itulah yang bikin dia terkesan seksi, setelah gw menonton film gangster Inggris yang diperankan Craig, Layer Cake arahan suaminya Claudia Schiffer, Matthew Vaughn. Peran-peran tough guy Inggris emang udah jadi jenis favorit gw dan tipikal aktor macam inilah yang menurut gw cocok jadi James Bond, Diawali Sean Connery yang memenuhi kriteria brits tough guy, aktor-aktor yang pantes masuk kriteria ini adalah Sir Laurence Olivier, Clive Owen, Gerard Butler (keduanya sempet di-casting untuk peran Bond, tapi ditolak), Daniel-Day Lewis, Ewan MacGregor, Michael Caine, Terence Stamp dan Albert Finney...yang memberi kesan sangar, serius, keren (nggak harus ganteng), dingin, sadis tapi elegan dan kalem. Karena Bond memang harus begitu, membuat dia terkesan nggak main-main dan dewasa...ketimbang Jude Law yang sempat dipertimbangkan jadi Bond, keren dan ganteng sayangnya nggak macho...

Setelah menonton performa Craig di CR barulah banyak orang berkomentar sebaliknya...Craig itu bagus (yang memang sepatutnya begitu), Craig itu hot! Craig itu sexy! (mulai mujanya ke situ, padahal sebelumnya mencela), dll...tapi meskipun hasilnya memuaskan dan banyak orang yang menarik penilaian buruknya akan Craig sebelum film ini keluar tetap aja ada orang yang nggak setuju akan munculnya Craig, khususnya orang kita alias Indonesia...yang bodoh banget masih berkomentar kalo Daniel Craig jelek, baik dari tampang maupun aktingnya...padahal belum nonton sama sekali. Nah masalahnya...apakah di jaman sekarang ini tampang masih menjadi modal utama di dunia entertainment? Tanpa memperhitungkan bakat...

Blog EntryTerminator 4... What the----???May 10, '08 10:51 AM
for everyone
Terminator 4...bisakah kalian bayangkan seorang moviefreak kayak gw bisa nggak tau kalo dalam waktu dekat ini akan ada lanjutan dari franchise film Terminator yang dibintangi si gubenur California Arnold Schwarzenegger...baru aja dua hari yang lalu (yang harusnya langsung gw tulis di sini, sayang lagi males ngetik aja) temen gw yang lagi nge-fans gila sama yang namanya Christian Bale (yang emang ganteng banget...menurut gw) memaksakan gw untuk buka imdb dan search foto-fotonya...dan di sinilah cerita dimulai...

Gw dan Josh temen gw lagi ngomongin upcoming films untuk summer ini dan akhir tahun ini, kira-kira apa aja film yang lagi kita tunggu-tunggu...ada Iron Man dan Speed Racer serta Nagabonar yang udah keluar, Harry Potter 6, The Chronicles of Narnia: Prince Caspian, The Incredible Hulk, Batman The Dark Knight plus film James Bond yang ke-22 yang masih dibintangi si jelek-tapi-keren-dan-macho Daniel Craig...Quantum of Solace! Nah, temen gw nih lagi tergila-gila banget sama Christian Bale dan akhirnya kita ngomongin kira-kira film apa lagi ya yang dia kerjain selain Batman belakangan ini...search di imdb dan muncullah...Terminator 4!!! Bisakah kalian bayangkan!!! Terminator ada lagi!!! Bale bakal meranin John Connor versi dewasa yang sebelumnya diperankan sama aktor Nick Stahl di Terminator 3: Rise of the Machine. Tapi ada yang aneh...Ooops! Oh no! Terminator bukanlah diperankan lagi oleh Arnie! Melainkan Josh Brolin (what the---???). Nggak salah tuh? But Arnie is the real Terminator gitu lho!!! Nggak ada yang bisa menggantikan kharisma Arnie sebagai Terminator dengan memorable quotes-nya macam "Il'l Be Back!" dengan kacamata hitam plus jaket kulit dan muka lurus...yang dari dulu udah terpatri di kepala emang Arnie jadinya nggak bisa membayangkan Josh Brolin sebagai Terminator...

Masalahnya apakah masih harus dipaksakan untuk bikin lanjutan kisah Terminator ini tanpa Arnold Schwarzenegger dalam tiap lanjutannya...gw sendiri belum tau lanjutan kisahnya bakal gimana setelah Terminator 3 yang secara kualitas kurang memuaskan itu, meskipun masih keren tapi minim dialog dan entah tujuannya kemana...plus adanya spin-off Terminator yang versi TV Terminator: The Sarah Connor Chronicles...sebagai penggemar film ini ada rasa kurang sreg dan kurang ikhlas dalam memikirkan kelanjutan filmnya, bagus atau mengecewakan??? Bukan cuma kualitas, kalo hasil pendapatannya bobrok alias flop gimana? Yang pasti kalo kesampean itu bakal jadi boomerang buat para produser dan kreator franchise fenomenal ini...jangan sampe kayak pesaingnya dulu Robo-Cop yang mendulang sukses tapi gagal untuk sequelnya, dan dibikin makin hancur dengan film-film lanjutannya yang membuat kesan seperti B-Movie...

Pages:12