Si Unyil Lagi Boring...nge-BLOG!!!

Kemarin hari Senin tanggal 14 saya dan kedua orang tua saya pergi ke kedutaan Amerika Serikat (AS) untuk meminta perizinan Visa masuk AS untuk saya kuliah, saya berniat untuk kuliah di sana dan kedua orang tua saya berniat untuk mengantar dan membantu saya sesampai di sana. Sebelum saya datang agen sayalah yang lebih dulu mengatur surat izin kedatangan dll, sebelum saya dan orang tua yang masing-masing mewakili diri sendiri di hari H. Sebelumnya saya sudah pernah sendiri meminta permohonan bisa di kedutaan AS untuk Visa turis, dan yang ingin saya ceritakan di Indonesian Community ini adalah ketidak-ramahan petugas atau karyawan-karyawan yang bertugas di sana.

Hari itu saya dan orang tua saya sampai di kedutaan tepat pukul 7 pagi, kami mengantri di depan pagar kedutaan dan seperti yang kita ketahui mobil tidak ada yang boleh parkir atau berhenti lama tepat di depan kedutaan AS. Setelah kami menunggu selama 50 menit akhirnya kami sampai di pintu pagar masuk kedutaan, perasaan kami cukup lega namun saat kami hendak diperiksa sebelum masuk petugas-petugas keamanan yang melayani kami amatlah tidak ramah dan cenderung kasar dalam melayani. Namun itu hanyalah awal, maka bersiaplah jika anda ingin mendengar lanjutannya yang dijamin membuat hati anda miris.

Sesampai di dalam kami mengantri untuk membayar Visa dan memberi formulir pendaftaran Visa yang telah diisi sebelumnya, sebelum kami sampai di loket pembayaran kami terlebih dahulu diperiksa oleh seorang petugas yang mengecek kelengkapan formulir beserta isinya pada saya lalu ayah saya. Petugas yang melayani kami adalah seorang perempuan lokal (tepatnya Indonesia) yang bekerja untuk kedutaan AS, dan dari caranya memeriksa sudah terkesan tidak ramah. Giliran ayah saya diperiksa ia meminta formulir yang telah diisi untuk diperikan pada loket pendaftaran, ayah saya menaruh seluruh formulirnya dalam sebuah folder agar tidak berserakan, mengingat banyaknya jumlah formulir yang harus dibawa lumayan banyak. Belum bergerak sedikitpun si petugas dengan lancangnya berteriak di depan ayah saya "TOLONG DICARI BAPAK! APA TIDAK BISA LEBIH CEPAT SEDIKIT! TOLONG PAK YA!!! BAPAK ITU TIDAK BECUS APA YA UNTUK MENGELUARKAN FORMULIR!!!", dengan marahnya ayah saya kembali membalas "EH, LOE MASIH TINGGAL DI INDONESIA! JAGA MULUT LOE! GUE LEBIH TUA DARIPADA LOE! BISA BAHASA INDONESIA NGGAK??!!", si petugas langsung diam dan akhirnya kami berjalan ke loket 1 tempat pembayaran.

Setelah membayar di loket 1 kami berpindah ke loket 2, sebelum kami sampai di depannya petugas di loket 2 memarahi seorang pelanggan yang sedang mendaftar dengan berteriak melalui speaker "IBU CEPAT MINGGIR YA BANYAK ORANG YANG NGANTRI! HELLO!!!LELET BANGET SIH!!". Tahukah siapa yang diteriaki oleh si petugas loket? Seorang ibu atau lebih tepatnya nenek (karena ia ditemani anaknya yang bisa dibilang cukup tua) yang setelah mendaftar di loket memasukan sebagian dokumen penting lainnya kembali ke dalam folder di meja loket. Saya rasa wajarlah jika seorang ibu tersebut untuk memasukan kembali dokumen-dokumennya untuk keperluan interview karena selain meja loket tidak ada alas lain untuk menyimpan kertas yang begitu banyak berserakan di tangan si ibu tersebut. Dan untuk yang satu ini apakah sopan bagi seorang petugas yang masih berdarah dan (mungkin) berkewarganegaraan Indonesia untuk membentak seorang ibu yang tua renta dengan kata-kata yang tidak senonoh? Dan ibu tersebut-pun jika berjalan harus dituntun anaknya.

Dan sesudah membayar dan memberi formulir pendaftaran Visa saya dan orang tua saya menunggu di pintu masuk selanjutnya, pintu yang satu ini adalah pintu menuju ke tempatinterview permintaan Visa. Di pintu tersebut kami harus menitipkan benda-benda sepertihandphone, benda yang menggunakan baterai, MP3 dan benda yang berisi gas pada petugas , serta kami harus melewati metal detector untuk memastikan tidak ada metal dalam pakaian kami. Petugas keamanan di ruang yang satu ini juga tidak ramah sama sekali, mereka yang merasa berwenang dengan keamanan di kedutaan ini seenaknya berbicara pada pengunjung dengan BAHASA yang KURANG SOPAN, tanpa TATA KRAMA dan TIDAK BERETIKA sama sekali. Saya ingat betul perkataan mereka, salah satunya berbicara seperti ini:

"BAPAK-BAPAK DAN IBU-IBU TOLONG TARUH BARANGNYA DI SINI. BENDA-BENDA SEPERTI HANDPHONE, BER-BATERAI ATAU MENGANDUNG GAS MOHON DITITIPKAN YA---(MENUJU SEORANG PENGUNJUNG PRIA YANG MENURUT SI PETUGAS KURANG MENDENGARKAN)---[SAMBIL MEMEGANG KERAS TANGAN SI PENGUNJUNG DAN SEDIKIT BERBICARA KERAS DI DEPAN PENGUNJUNG ITU] EH PAK DENGERIN! JANGAN BUDEG KALO SAYA BICARA! SAYA NGGAK HARUS TERIAK DI KUPING BAPAK KAN?"

Nah, bagaimana menurut anda? Apakah batas tersebut dianggap sopan dan bertata krama? Jika anda merasa terdidik dan disekolahkan past mengerti mana yang benar maupun salah, apalagi sopan dan tidak sopan. Mengingat pria yang diperlakukan oleh si petugas keamanan tadi juga sudah berumur.

Anehnya, ketika sampai di loket interview dan diwawancarai oleh para petugas ekspatriat dari AS justru para petugas ini saat wawancara sangatlah ramah pada kami sekeluarga. Begitu juga pada petugas ekspatriat lain yang berlalu-lalang di luar ruang interview, bahkan saya sempat diajak berkomunikasi basa-basi dengan seorang dari mereka seperti "mau kuliah dimana?". Melihat perbedaan signifikan ini saya merasa marah dan sakit hati dengan perlakuan para petugas dari negeri sendiri yang bekerja di kedutaan AS, tidak hanya dengan KETIDAK-SOPANAN, KETIDAK-RAMAHAN atau KETIDAK-EDUCATED atau lebih tepat bahasa kasarnya KEKURANG-AJARAN perlakuan para pekerja yang masih bisa dibilang warga Indonesia ini. Setidaknya mereka juga masih tinggal di Indonesia dan sesama wargaINDONESIAmohon bagi petugas yang (mudah-mudahan) membaca untuk sadar diri dan mengerti perasaan para pengunjung kedutaan yang sudah lelah bangun di pagi buta, lelah mengantri dan yang memiliki kehormatan dan martabat yang saya rasa justru lebih tinggi daripada anda para petugas kedutaan AS berwarga negara atau berdarah Indonesia.

Pekerja dalam bidang pelayanan harus melayani pelanggannya dalam menjalankan tugas apapun itu tugas yang mereka lakukan, dan saya harap seharusnya anda mengetahui etika pekerjaan seperti ini. Saya rasa tidak ada alasan bagi anda yang bekerja di kedutaan AS untuk bertindak tidak sopan atau tidak senonoh pada setiap orang dari negeri sendiri, karena seberapapun mahalnya gaji anda dalam bekerja di kedutaan AS atau bekerja dengan negara adidaya/berkuasa seperti AS bisa mengangkat derajat anda jauh lebih tinggi di Indonesia, karena setahu saya (dan sebagian warga negara Indonesia lainnya) Indonesia adalah negara demokratis yang tidak mengenal strata sosial atau membesarkan kedudukan.

18 CommentsChronological   Reverse   Threaded
silialhey wrote on Jul 17
Ahahahaha... sama seperti yang saiah dan kedua orang tua saiah alami
pertama, ga boleh moto, itu alesannya kenapa ya?
gw diri di depan karena uda kelar interview, nungguin bokap, kog gw dilarang diri-diri ya?!

blum lagi di tiap antrian nungguinnya lamaaaa bangedh...

tau mbak-mbak yang hamil yang cashier ga (yang ada foto agnes monica sebage contoh ukuran yang benner, aghhahahha), ampun ampun ama sebangsa ndiri aja blagu luar biasa...

trus pas sidik jari di loket 7, dugh... tangan nyokap gw ditarik... ga sopan bangedh

tapi ga papa deh, nyokap gw demi ketemu cucu ma anaknya di sono rela...
bukanlahanakajaib wrote on Jul 17
Ahahahaha... sama seperti yang saiah dan kedua orang tua saiah alami
pertama, ga boleh moto, itu alesannya kenapa ya?
gw diri di depan karena uda kelar interview, nungguin bokap, kog gw dilarang diri-diri ya?!

blum lagi di tiap antrian nungguinnya lamaaaa bangedh...

tau mbak-mbak yang hamil yang cashier ga (yang ada foto agnes monica sebage contoh ukuran yang benner, aghhahahha), ampun ampun ama sebangsa ndiri aja blagu luar biasa...

trus pas sidik jari di loket 7, dugh... tangan nyokap gw ditarik... ga sopan bangedh

tapi ga papa deh, nyokap gw demi ketemu cucu ma anaknya di sono rela...
Oh gw dapet orang yang itu...pas dia minta formulir dan gw salah ngasih formulirnya gw lempar aja semuanya ke dalem loketnya...
silialhey wrote on Jul 17
Oh gw dapet orang yang itu...pas dia minta formulir dan gw salah ngasih formulirnya gw lempar aja semuanya ke dalem loketnya...
ngebetein bangedh ga si, kita da antri dari luar, nungguin dari jam 6, kaya ga dianggep gitu ma manusia2 itu...
cimut78 wrote on Jul 17
*Duh kok miris gini sih bacanya....
Bikin Mules bin Mau Muntah...Sesama orang Indonesia kok perlakuannya gitu sih...(kesel karena banyak orang hari itu apa karena kesel gak bisa ke amrik *judulnya sirik???)

*eh iya salam kenal...^___^
bukanlahanakajaib wrote on Jul 17
cimut78 said
*Duh kok miris gini sih bacanya....
Bikin Mules bin Mau Muntah...Sesama orang Indonesia kok perlakuannya gitu sih...(kesel karena banyak orang hari itu apa karena kesel gak bisa ke amrik *judulnya sirik???)

*eh iya salam kenal...^___^
Miris kan?

Met lenal juga...
glensinemart wrote on Jul 17
Makanya orang Indonesia sering diperlakuin tidak wajar diluar negeri, karena dinegara sendiri aja
sikapnya udah benar benar tidak well educated. Lagian kok mau maunya orang Amrik
itu mempekerjakan orang Indonesia yang lebih cocok jadi pembantu dan sopir metromini ya....
Memprihatinkan...gue naik darah turun berok deh bacanya, jadi pengen kesana. gue maki sekalian deh
kayak papamu itu...
"EH, LOE MASIH TINGGAL DI INDONESIA! JAGA MULUT LOE! GUE LEBIH TUA DARIPADA LOE! BISA BAHASA INDONESIA NGGAK??!!", si petugas langsung diam dan akhirnya kami berjalan ke loket 1 tempat pembayaran.
Bener tuh papa kamu ngomong begini...kurang ajar tuh orang enaknya ditampar ya
udah lebih galak dari Belanda waktu menjajah Indonesia ya....
exotia wrote on Jul 17
mental melayu yang bikin cacat negara makanya susah maju, ya yang beginian nih... dikasi 'kekuasaan' langsung belagu disalahgunakan
bintaroku wrote on Jul 17
KNIL
kutulis wrote on Jul 18
hahaqhahahhaaa.....akhirnya berangkat....juga.!!!! jangn lupa balik yaaahh...kalo dah jadi filmmaker....hahahahaa....
bukanlahanakajaib wrote on Jul 18
exotia said
mental melayu yang bikin cacat negara makanya susah maju, ya yang beginian nih... dikasi 'kekuasaan' langsung belagu disalahgunakan
Apalagi petugas keamanannya itu...amit2!!
bukanlahanakajaib wrote on Jul 18
kutulis said
hahaqhahahhaaa.....akhirnya berangkat....juga.!!!! jangn lupa balik yaaahh...kalo dah jadi filmmaker....hahahahaa....
Iya donkz! Harus balik karena hati gw udah ada di Indonesia...mau sejauh apapun gw gak kuat makan makanan sana..enakan makan rendang!

Aneh kan feb? tmen2 gw skul di skul national plus ngomong campur2 inggris gw yg kluar sunda...
kacamatapepito wrote on Jul 18
fan, itu seriusan fan? kok ngepet banget ya?
lain kali kalo kesana gw bawa golok ah, kok gak sopan banget sih
hanitaqiyya wrote on Jul 18
Ih, sok bgt sih mereka!! Gak sopan ama bangsa sendiri, padahal juga cuma pekerja doang! Huh! Gw jadi naek darah nih! ^^
bukanlahanakajaib wrote on Jul 18
Boro2 bawa golok...di pintu depan/pagar aja udh dicegat2...
everyoneweknow wrote on Jul 18
kurang ajar...ini nih yang bikin negara kita gak maju2...harga diri tinggi perilaku murahan...bloody idiot!
thebimz wrote on Jul 21
masa' kerja di kedutaan gayanya dah kayak kerja di kelurahan aja sih???????
kutu kupret... yang kayak gitu mah ga usah dilembutin... bales kasarin aja!
*baca aja kesel gw, ntar kalo kesana dah gw marah2in
(tapi kapan mau kesana yah? hehe)
bukanlahanakajaib wrote on Jul 31
thebimz said
masa' kerja di kedutaan gayanya dah kayak kerja di kelurahan aja sih???????
kutu kupret... yang kayak gitu mah ga usah dilembutin... bales kasarin aja!
*baca aja kesel gw, ntar kalo kesana dah gw marah2in
(tapi kapan mau kesana yah? hehe)
Ntar klo kasar balik malah diusir...ga dapet visa deh...
yherlanti1971 wrote on Oct 16
wah..para petugas itu merasa lebih terhormat mengabdi sama amerika daripada melayani bangsa sendiri. sama kayak jaman belanda, para pangepraja (pegawai adm residen belanda, tapi dia pribumi) sombongnya minta ampunnnn, sama rakyat rakyat indonesia galakan pangepraja daripada si walanda. Mengerikan....kebiasaan lama bangsa ini kambuh lagi, yaitu lebih suka menghamba pada "bule" daripada "sawomatang"
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help